Petugas AVSEC Bandara Ngurah Rai Gagalkan Warga Rusia Selundupkan Berang - Berang dan Kalajengking

Buletin Dewata, Badung.

Petugas Aviation Security (AVSEC) Bandara I Gusti Ngurah Rai -Bali kembali berhasil menggagalkan upaya seorang calon penumpang maskapai Korean Air dengan nomor penerbangan KE 634, hendak menyelundupkan binatang dilindungi keluar dari Indonesia melalui pesawat udara, Kamis (23/05) malam.

Kejadian bermula saat petugas AVSEC di Terminal Keberangkatan Internasional mencurigai isi koper yang tampil di layar mesin x-ray scanner dan selanjutnya melakukan pemeriksaan secara manual terhadap koper yang dibawa calon penumpang berinisial RT dengan paspor Rusia. Saat dilakukan pemeriksaan secara manual, petugas mendapati bayi berang-berang sebanyak 4 ekor disembunyikan di dalam koper tersebut.

Petugas AVSEC Bandara Ngurah Rai Gagalkan Warga Rusia Selundupkan Berang - Berang dan Kalajengking

Petugas AVSEC kemudian berkoordinasi dengan petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) membawa calon penumpang tersebut ke kantor Balai Karantina. Setelah dilakukan pemeriksaan kembali terhadap koper bawaan calon penumpang tersebut, petugas juga menemukan 10 ekor kalajengking beracun termuat di dalam kotak anyaman berwarna biru.

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali, Haruman Sulaksono mengatakan pihaknya secara konsisten menjalankan prosedur keamanan yang telah ditetapkan. Selain itu, implementasi prosedur juga dilakukan untuk mencegah penyelundupan barang-barang contraband maupun dangerous goods.

Petugas AVSEC Bandara Ngurah Rai Gagalkan Warga Rusia Selundupkan Berang - Berang dan Kalajengking

“Kembali lagi, berkat kejelian dari petugas Aviation Security kami, upaya penyelundupan binatang dilindungi secara ilegal berhasil kami gagalkan. Dalam tiga bulan terakhir ini, kami sudah berhasil menggagalkan beberapa upaya dari calon penumpang untuk menyelundupkan barang-barang contraband, baik itu binatang dilindungi, maupun peluru aktif,” ujar Haruman saat dikonfirmasi, Jumat (24/05).

Sebelumnya, pada pertengahan Maret lalu, petugas Aviation Security juga berhasil mencegah penyelundupan seekor bayi orangutan keluar dari Indonesia. Selang beberapa hari kemudian, seorang calon penumpang berpaspor Meksiko ditahan karena membawa 10 butir peluru aktif di dalam koper yang dibawanya. Begitu pula di penghujung Maret, seorang penumpang asal Amerika Serikat juga ditahan karena menyimpan puluhan butir magasin saat hendak bertolak meninggalkan Bali.(rhn)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *