Cegah Virus Cacar Monyet Thermal Scanner Dioperasikan di Bandara Ngurah Rai

Cegah Virus Cacar Monyet Thermal Scanner Dioperasikan di Bandara Ngurah Rai
Foto : Thermal Scanner (pendeteksi suhu tubuh) dioperasikan di Bandara Ngurah Rai mecegah penyebaran virus cacar monyet (Monkeypox).

Buletin Dewata, Badung.

Temuan kasus cacar monyet atau Monkeypox yang dibawa warga Nigeria ke Singapura menjadi perhatian bagi Bali. Pihak Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai meningkatkan pemantauan kesehatan penumpang melalui penggunaan pendeteksi suhu tubuh alias thermal scanner mengantisipasi masuknya virus melalui pintu gerbang utama masuknya wisatawan asing ke Bali.

Kepala KKP Kelas I Denpasar, dr Lucky Tjahyono mengatakan peningkatan pemeriksaan penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai dilakukan dengan mengaktifkan thermal scanner untuk mendeteksi secara dini jika ada penumpangnya yang sakit. “Upaya ini adalah untuk mengantisipasi kejadian yang terburuk masuk ke Bali. Alat itu mulai Selasa (14/5) sudah jalan diterapkan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (15/5).

Dijelaskan, Alat thermal scanner sebenarnya standby di Terminal Kedatangan Bandara I Gusti Ngurah Rai. Namun karena adanya indikasi penumpang di Singapura yang terinfeksi mongkeypox, maka alat tersebut kini terfokus berada di pintu kedatangan dari Singapura. “Thermal scanner itu ada satu unit, sifatnya mobile bisa berpindah tempat. Namun karena kasus itu teridentifikasi di Singapura, maka kita fokuskan dari kedatangan Singapura,” imbuhnya.

Jika nantinya ditemukan ada penumpang yang mengalami suhu badan yang melebihi panas normal, maka yang bersangkutan akan diperiksa lebih lanjut oleh petugas KKP. Sebab kondisi penumpang yang panas itu, belum tentu terindikasi virus cacar monyet. Namun jika ada indikasi, maka penumpang itu akan ditangani dan diisolasi.

Hal senada juga disampaikan Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV, Elfi Amir yang menegaskan bahwa seluruh penumpang yang datang dari The Lion City akan dilakukan scanning di terminal kedatangan Bandara Ngurah Rai. “Ini sebagai langkah antisipasi dan sudah dirapatkan bersama dengan pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Denpasar,” tandasnya.

Dikatakan. jika ada penumpang terdeteksi di suhu 38 derajat Celcius, maka akan dievaluasi dan dibawa ke ruangan observasi KKP untuk diperiksa. Setelah itu akan dirujuk ke RS Sanglah untuk penanganan dan diambil sample, kemudian diteruskan ke Kantor Pusat Kesehatan Pelabuhan di Jakarta untuk dilakukan penelitian. Sementara si pasien akan dilakukan evaluasi dan observasi tiap hari.

Seperti diketahui, jenis penyakit langka yang disebabkan oleh virus dan menular ke manusia dari binatang seperti monyet, tikus Gambia dan tupai terutama di Afrika Tengah dan barat ini mulai tersiar sejak adanya salah seorang penumpang yang teridentifikasi infeksi Mongkeypox di Singapura beberapa hari lalu. Seperti diketahui pihak berwenang Singapura telah mengonfirmasi kasus tersebut pertama di negara itu, yang didapati pada seorang warga Nigeria yang tiba di Singapura 28 April lalu. Pria usia 38 tahun itu dinyatakan positif terjangkit virus cacar monyet pada 8 Mei.(blt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *