Konferensi OWHC Eurasia IX Hasilkan Rekomendasi “Denpasar Komitmen” bagi Kemajuan Warisan Budaya

Konferensi OWHC Eurasia IX Hasilkan Rekomendasi "Denpasar Komitmen" bagi Kemajuan Warisan Budaya
Foto : Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra membaca Denpasar Komitmen pada Gala Dinner International Conference OWHC Eurasia IX di Prama Sanur Beach Hotel, Selasa (30/4).

Buletin Dewata, Denpasar.

Seluruh tahapan International Conference OWHC Eurasia IX yang digelar di Kota Denpasar telah usai. Dari serangkaian rapat yang melibatkan delegasi dari 13 Negara Eurasia dan delegasi dari 7 Kota yang tergabung dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) ini menghasilkan sebuah kesepakatan Denpasar Komitmen yang dibacakan Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra pada Gala Dinner di Prama Sanur Beach Hotel, Selasa (30/4) malam

Adapun tiga butir kesepakatan yang diberi nama Denpasar Komitem yaitu 1) Diadakan sesi khusus tentang heritage torism pada setiap kongres OWHC yang melibatkan para profesional pariwisata, akademisi pariwisata dan departemen pariwisata pemerintah dari wilayah anggota sebagai ekosistem untuk heritage torism yang berkelanjutan. 2) memastikan adanya peningkatan kapasitas dalam pelestarian heritage dan heritage torism untuk mengantisipasi perubahan iklim dengan menerapkan kearifan lokal dari setiap wilayah anggota, seperti Tri Hita Karana, (harmoni dan keseimbangan dalam kehidupan) di Bali. 3) untuk mendorong adanya kerjasama antar kota-kota di wilayah anggota OWHC.

Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra menjelaskan bahwa Denpasar Komitmen yang terdiri atas tiga butir rekomendasi tersebut nantinya akan turut menjadi usulan dalam Internaisional Konference OWHC di Polandia, sehingga upaya meningkatkan ketangguhan warisan budaya yang dipadukan dengan pengembangan pariwisata dapat saling menguatkan.“Menurut kami melalui Denpasar Komitmen ini tentunya menjadi langkah awal bagi anggota OWHC, khususnya di Benua Eropa dan Asia untuk memperkuat warisan budaya yang mampu berjalan beriringan dengan pengembangan sektor pariwisata,” paparnya.

Diikatakan, sesuai dengan tujuan awal pelaksanaan konferensi ini adalah sebagai ajang tukar pikiran untuk menginventarisasi masalah yang dihadapi kota warisan budaya dan kota pusaka untuk bersama-sama menciptakan solusi.“Dari konferensi ini beragam solusi sudah diciptakan, salah satunya adalah terwujudnya Denpasar Komitmen, dan beberapa daerah yang tergabung dalam OWHC Eurasia juga sudah melaksanakan kerjasama sister city sesuai dengan kebutuhan masing-masing kota,” terangnya.

Sekjen OWHC Denish Richard didamping Sekjen UCLG Eurasia regional Cordinator of OWHC, Rasikh Sagitov mengaku bangga kongres eurasia OWHC kali ini dilaksanakan di Bali, khususnya Kota Denpasar dan telah berjalan dengan lancar. Hal ini tak lepas dari komitmen Pemkot Denpasar sebagai tuan rumah pelaksanaan konferensi ini. “Setiap kota beserta seluruh jajaran pimpinan memiliki kewajiban untuk ikut menjaga warisan budaya, Heritage dan Torism itu penting, saya sangat bangga dengan hal itu, kota ini sangat konsisten dengan torism heritage, sehingga hal ini dapat menjadi wahan edukasi peradaban di masa depan, dan hal ini harus mendapat dukungan semua pihak termasuk wartawan yang tentunya dapat mengubah pola pikir masyarakat untuk ikut menjaga warisan budaya, semoga dengan adanya Denpasar Komitem ini dapat memberikan dukungan terhadap kelestarian Kota Pusaka dan Warisan Budaya,” pungkasnya.(ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *