Gagalkan Penyelundupan Hasil Perikanan Jalur Udara, Bandara Ngurah Rai Kerja Sama dengan BKIPM Denpasar

Gagalkan Penyelundupan Hasil Perikanan Jalur Udara, Bandara Ngurah Rai Kerja Sama dengan BKIPM Denpasar
Foto : Baby lobster.

Buletin Dewata, Badung.

Meningkatnya minat masyarakat menggunakan jasa angkutan barang melalui jalur udara, semakin meningkat pula potensi penggunaan jalur udara dalam penyelundupan barang secara ilegal. Hasil budidaya perikanan termasuk jenis barang yang cukup sering diselundupkan melalui jalur udara.

Upaya penyelundupan barang terlarang secara ilegal melalui bandara, tak jarang terjadinya karena lemahnya pengawasan dari institusi terkait. Hasil budidaya perikanan dengan nilai ekonomi tinggi yang sering diselundupkan di sejumlah bandara di Indonesia, tak terkecuali di Bandara I Gusti Ngurah Rai – Bali adalah baby lobster.

Menggagalkan berbagai upaya penyelundupan tersebut, PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola bandar udara tidak bekerja sendirian. Menjalankan pengawasan lalu lintas distribusi hasil perikanan melalui jalur udara, manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai pun bekerja sama dengan Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Pengawasan Hasil Perikanan Kelas I Denpasar (BKIPM Denpasar).

“Sinergi dengan instansi anggota komunitas bandar udara mutlak diperlukan, salah satunya dengan Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Denpasar, selaku lembaga yang diberi mandat oleh undang-undang untuk menjalankan fungsinya dalam pengawasan lalu lintas pegerakan hasi perikanan di bandar udara,” ujar General Manager PT. Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Haruman Sulaksono, ditemui usai penandatanganan perjanjian kerja di Balai KIPM Denpasar, Jumat (5/4).

Gagalkan Penyelundupan Hasil Perikanan Jalur Udara, Bandara Ngurah Rai Kerja Sama dengan BKIPM Denpasar
Foto : Manajemen Bandara Ngurah Rai jalin kerja sama dengan BKIPM Kelas I Denpasar, Jumat (5/5).

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan BKIPM Kelas I Denpasar merupakan tindak lanjut dari implementasi Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman Nomor 866/BKIPM/II/2019 dan SP.32/HK.09.01/2019/DU yang ditandatangani oleh kedua belah pihak pada tanggal 14 Februari 2019 silam di Jakarta.

Kerja sama kedua institusi untuk meningkatkan efektivitas pemeriksaan lalu lintas ikan dan hasil perikanan melalui Bandara di wilayah PT. Angkasa Pura I (Persero) akan mencakup pemanfaatan x-ray scanner dalam pemeriksaan barang logistik, penyediaan dan pemanfaatan fasilitas pemeriksaan fisik di terminal penumpang dan terminal kargo, serta pemanfaatan akses CCTV dalam fungsi pengawasan.

“Kami dari pihak BKIPM merasakan betul manfaat daripada hasil kerjasama ini. Kami merasakan suatu output diluar ekspektasi kami selama 2 tahun ini. Harapan kami, dengan ditandatanganinya perjanjian kerja sama ini, maka kinerja dalam upaya pencegahan serta pemberantasan penyelundupan hasil perikanan dapat terus meningkat,” ujar Anwar, Kepala BKIPM Kelas 1 Denpasar.

Dalam periode tahun 2017 hingga triwulan 1 tahun 2019, unit Airport Security Department Bandara I Gusti Ngurah Rai telah berhasil menggagalkan penyelundupan baby lobster sebanyak 129 kantong, 2 kardus dan 1 tas koper. Sedangkan selama triwulan pertama 2019 terdapat tiga kasus upaya penyelundupan yang berhasil digagalkan masing-masing 15, 38, dan 16 kantong berisi bibit lobster. Dalam 2 tahun terakhir upaya penyelundupan 38 kantong bibit lobster menjadi yang terbesar yang berhasil digagalkan pada tanggal 30 Januari 2019.(rhn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *