Tingkatkan Kompetensi Personel, Bandara I Gusti Ngurah Rai Gandeng Dirjen Perhubungan Udara

Tingkatkan Kompetensi Personel, Bandara I Gusti Ngurah Rai Gandeng Dirjen Perhubungan Udara

Buletin Dewata, Badung.

Direktur Keamanan Penerbangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Dadun Kohar menjelaskan bahwa jumlah inspektur keamanan penerbangan menjadi perhatian utama dalam menindaklanjuti temuan dari audit Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) terhadap keamanan penerbangan Indonesia.

“ICAO telah melaksanakan Universal Security Audit Programme Continuous Monitoring Approach terhadap Indonesia. Salah satu temuan yang paling signifikan adalah terkait jumlah inspektur keamanan penerbangan,” ujar Dadun saat Pelatihan Inspektur Keamanan Penerbangan Nasional di Hotel Novotel, I Gusti Ngurah Rai Airport, Senin (25/03).

Bertajuk National Inspector Course, pelatihan Inspektur Keamanan Penerbangan Nasional yang selenggarakan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menghadirkan dua orang instruktur yaitu Ross Lockie dari Tim ICAO Asia Pacific dan Tuti Handayani dari Keamanan Penerbangan Direktorat Jenderal Penerbangan Udara yg sudah memiliki lisensi ICAO.

Tingkatkan Kompetensi Personel, Bandara I Gusti Ngurah Rai Gandeng Dirjen Perhubungan Udara
Foto : Kegiatan National Inspector Course di Hotel Novotel I Gusti Ngurah Rai Airport, Senin (25/3).

Ross Lockie mengatakan Global Aviation Security Plan Roadmap menyebutkan bahwa pada tahun 2020 nanti, 80% dari negara anggota harus sudah dapat mencapai tingkat compliance di atas 65%.

“Kami bertujuan supaya setiap negara anggota telah secara efektif mengimplementasikan 65% dari elemen penting pada tahun 2020 nanti. Pada akhir tahun 2023, implementasi diharapkan mencapai angka 80%, dan 100% pada tahun 2030. Hal ini cukup ambisius, dan pengawasan terhadap kualitas merupakan hal yang sangat penting,” paparnya.

National Inspector Course yang digelar mulai 25 Maret hingga 2 April 2019 diikuti peserta sebanyak 20 orang dari perwakilan Direktorat Keamanan Penerbangan, Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI), Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah 6 dan 7 serta PT. Angkasa Pura I (Persero).

Materi yang didapat peserta pelatihan meliputi kegiatan pengawasan keamanan penerbangan yang tercantum dalam program pengawasan keamanan penerbangan nasional; kriteria dan kewenangan inspektur keamanan penerbangan; metodologi, teknik dan persiapan dalam melaksanakan inspeksi; covert test, dan investigasi.

Selanjutnya, peserta yang telah menyelesaikan pelatian akan memiliki lisensi sebagai instruktur sehingga dapat melakukan inspeksi terkait pengawasan keamanan internal di masing-masing instansinya, atau yang biasa disebut internal quality control.(dwa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *