Petugas Avsec Bandara Ngurah Rai Gagalkan Penyelundupan Baby Orangutan Dalam Koper

Petugas Avsec Bandara Ngurah Rai Gagalkan Penyelundupan Baby Orangutan dalam Koper
Foto : baby Orangutan tersebut dititipkan oleh BKSDA Bali kepada Bali Safari & Marine Park untuk perawatan.

Buletin Dewata, Badung.

Penumpang berkewarganegaraan Rusia dilarang untuk melanjutkan penerbangannya oleh petugas Aviation Security (Avsec) Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali setelah kedapatan berupaya menyelundupkan baby Orangutan di dalam koper, pada Jumat (22/3).

Kejadian bermula ketika seorang penumpang Garuda Indonesia GA 870 tujuan Rusia yang akan transit di Seoul, Zhestkov Andrei hendak terbang meninggalkan Pulau Dewata. Sesuai dengan prosedur standar keamanan, penumpang tersebut kemudian melewati pemeriksaan mesin x-ray di Pre screening check point Terminal Keberangkatan Internasional Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Melalui hasil screening yang ditampilkan melalui layar mesin tersebut, petugas Aviation Security mendeteksi tampilan gambar yang mencurigakan pada koper yang dibawa penumpang bersangkutan.

Setelah dilakukan pemeriksaan secara manual, petugas mendapati koper tersebut berisi satu ekor baby Orangutan yang dimasukkan ke dalam anyaman terbalut pakaian. Pada saat dibuka, diketahui Orangutan tersebut sedang dalam keadaan terbius. Selain itu, diketahui bahwa baby Orangutan tersebut tidak dilengkapi dengan perizinan yang lengkap.

Dalam keterangannya, penumpang asal Rusia tersebut menyebutkan, bahwa baby Orangutan jantan berusia 2 tahun itu ia beli seharga $ 300. Dari hasil pemeriksaan lanjutan ditemukan juga sejumlah barang-barang contraband berupa binatang dan barang terlarang, yaitu 2 ekor tokek, 5 ekor kadal, spuit, serta obat bius. Rencananya, tokek dan kadal tersebut juga akan ikut diselundupkan.

Petugas Avsec Bandara Ngurah Rai Gagalkan Penyelundupan Baby Orangutan dalam Koper
Foto : Baby Orangutan yang akan diselundupkan.

Untuk proses investigasi dan pemeriksaan lanjutan atas kejadian ini maka pihak Bandara I Gusti Ngurah Rai kemudian menyerahkannya kepada Balai Karantina Kelas I Denpasar dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali dan pengembangan kasus tindak pidananya diserahkan ke Polsek KP3 Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai.

General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Haruman Sulaksono menyampaikan pengungkapan penggagalan penyelundupan seekor anak orangutan ini merupakan sinergitas dari Bandar Udara dengan Balai Karantina serta BKSDA Bali. Pihaknya sebagai operator penyelenggara Bandar Udara khususnya Aviation Security (AvSec) dipersiapkan pertama untuk mencegah atau menyelamatkan kegiatan penerbangan dari segala sesuatu yang mengancam keselamatan penerbangan.

“Sesuai dengan regulasi, pemeriksaan keamanan kepada seluruh penumpang tersebut didasarkan melalui Keputusan Menteri 25 tahun 2005 tentang Pemberlakuan SNI 03-7066-2005 mengenai pemeriksaan penumpang dan barang yang diangkut pesawat udara di Bandar Udara sebagai standar wajib. Dalam regulasi tersebut diatur bahwa ketika personel Airport Security menemukan barang contraband seperti uang dalam jumlah besar, narkotika, hewan, dan lain sebagainya, wajib melaporkan kepada instansi terkait,” tuturnya.

Sementara, Kapolresta Denpasar Kombes Pol Rudi Setiawan dalam pers conference, Senin (25/3) di Ruang Jepun Gedung Wisti Sabha Angkasa Pura I Bandara I Gusti Ngurah Rai megatakan, Zhestkov Andrei, telah ditetapkan menjadi tersangka. WNA Rusia tersebut ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani 24 jam pemeriksaan

“Tersangka atas nama Zhestkov Andrei diduga menyimpan, membawa dan mengeluarkan satwa yang dilidungi dalam keadaan hidup dari Indonesia sebagaimana yang diatur dalam Pasal 21 ayat 2 huruf a dan c UU Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi dan Sumber Daya Hayati. Ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta,” tegas Rudi.

Saat ini baby Orangutan tersebut dititipkan oleh BKSDA Bali kepada Bali Safari & Marine Park untuk proses pemulihan dan perawatan lebih lanjut. Turut hadir dalam press conference, Kepala Balai Karantina Pertanian kelas I Denpasar Drh. Putu Terunanegara, Kepala Balai KSDA Bali Budhi Kurniawan dan stakeholder lainnya.(dwe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *