Resmikan Pasar Badung, Presiden Jokowi Puji Arsitektur Pasar Jadi Yang Terbaik Se Indonesia

Resmikan Pasar Badung, Presiden Jokowi Puji Arsitektur Pasar Jadi Yang Terbaik Se-Indonesia
Foto : Presiden Joko Widodo saat meresmikan Pasar Badung Kota Denpasar, Jumat (22/3).

Buletin Dewata, Denpasar.

Kehadiran Presiden Jokowi untuk meresmikan Pasar Badung disambut oleh 2.000 penari pendet di kawasan Heritage Jalan Gajah Mada. Dengan telah diresmikannya Pasar Badung, Jum (23/3), Kota Denpasar kini telah memiliki Ikon Baru di bidang ekonomi, khususnya ekonomi kerakyatan.

Dalam arahanya, Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo mengatakan bahwa dirinya merasa senang dapat hadir dan meresmikan Pasar Badung. Dimana, pasar ini merupakan pasar heritage atau warisan budaya di Kota Denpasar dengan arsitektur yang sangat baik.

“kalau dilihat dari depan, saya sudah berkeliling Indonesia, ini adalah pasar dengan arsitektur yang paling bagus yang pernah saya lihat,” ujar Jokowi disambut riuh tepuk tangan ribuan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut Jokowi juga berpesan agar infrastruktur pasar yang sudah baik ini mampu diimbangi dengan tata kelola yang baik pula. Selain itu, manajemenya juga harus baik sehingga kesan pasar rakyat yang becek dan kotor dapat dihilangkan.

“Kotor dan becek, semua itu harus kita rubah dan itu pasti bisa, sehingga pasar rakyat dapat bersaing dengan pasar modern dan bersaing dengan super market, pasti bisa,” ujar Jokowi.

Resmikan Pasar Badung, Presiden Jokowi Puji Arsitektur Pasar Jadi Yang Terbaik Se-Indonesia
Foto : Presiden Jokowi saat meninjau pedagang pasar usai meresmikan Pasar Badung Kota Denpasar.

Pasar Badung terdiri dari 6 lantai, yaitu 2 basement dan 4 lantai untuk los dan kios. Basement 1 (dasar) bisa menampung sekitar 42 mobil, dan 23 mobil box. Sedangkan, pada basement 2, kapasitas parkir yang bisa ditampung sebanyak 82 mobil.

Sementara untuk lantai dasar gedung, pedagang disediakan sebanyak 48 unit los. Pada lantai 1 sebanyak 483 unit los, lantai 2 sebanyak 254 unit los, dan 145 unit kios. Lantai paling atas yakni lantai 3 disediakan 254 unit los dan 145 unit kios. Keseluruhan los berjumlah 1.450 unit ditambah jumlah kios sebanyak 290 unit sehingga total keseluruhan los dan kios berjumlah 1.740 unit.

Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra menjelaskan bahwa Pemkot Denpasar secara berkelanjutan terus mendukung optimalnya sektor ekonomi kreatif di Kota Denpasar. Hal ini sejalan dengan program pemerintah pusat dalam peningkatan infrastruktur serta SDM di pasar rakyat guna mendukung geliat ekonomi kerakyatan.

program revitalisasi pasar dirasa sangat efektif dan mampu memberikan kemanfaatan ekonomi yang maksimal bagi masyarakat. Hal ini dapat dilihat pada keberhasilan revitalisasi pasar rakyat yang dilaksanakan di beberapa pasar diantaranya Pasar Agung yang semula hanya beromzet Rp. 2,5 miliar per bulan setelah direvitalisasi mampu meraup omzet Rp. 16 miliar dan Pasar Nyanggelan yang semula beromzet Rp. 2 miliar setelah direvitalisasi mampu meraup omzet Rp. 7 miliar per bulan.

“Kami berterimakasih kepada semua pihak utamanya pemerintah pusat yang senantiasa mendukung program ekonomi kerakyatan di Kota Denpasar, serta berharap partisipasi semua pihak untuk terus bersama-sama mengoptimalkan peran pasar rakyat, mari jaga pasar kita,” pungkasnya.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *