Ekspor Manggis Bali ke China Meningkat, Gubernur Koster Siapkan Kebijakan

Ekspor Manggis Bali ke China Meningkat, Gubernur Koster Siapkan Kebijakan

Buletin Dewata, Denpasar.

Ekspor komoditas buah manggis asal Bali ke negara lain mengalami peningkatan. Pada tahun 2018 Bali berhasil mengirim 4.096 ton manggis dengan nilai ekonomi Rp 300 miliar ke China dan sekaligus menjadi nilai ekspor manggis tertinggi di Indonesia. Sementara pada triwulan pertama 2019 jumlah ekspor manggis sudah mencapai 631 ton dengan nilai devisa hingga Rp 45 miliar. Peningkatan ekspor tersebut merupakan hasil sinergi kerjasama antara Kementerian Pertanian dengan Pemerintah Provinsi Bali.

Kepala Karantina Pertanian Denpasar I Putu Terunanegara mengatakan Bali berhasil mengekspor manggis ke China setelah lima tahun tidak melakukan pengriman karena adanya pelarangan dari negara tersebut. Selama ini tidak ada notifikasi non complian dari negara tujuan yang artinya produk pertanian Bali sudah sesuai standar.

Selain manggis, buah salak gula pasir menjadi komoditas ekspor lainnya yang digemari pasar luar negeri. Ekspor perdana salak gula pasir sebanyak 0,5 ton ke Kamboja baru dilakukan pada Maret 2019. Setelahnya, salak gula pasir akan secara rutin diekspor sebanyak 50-100 ton per bulan. “Kini bertambah lagi komoditas andalan petani di Bali, dan petani sebagai penggeraknya telah menjadi pahlawan devisi negara,” ujarnya.

Terunanegara menambahkan bahwa upaya keras Badan Karantina memfasilitasi petani memberikan jaminan kualitas dan kesehatan komoditas ekspor mulai menunjukan hasil. Dari data perbandingan ekspor komoditas pertanian yang disertifikasi melalui wilayah kerjanya peningkatan yang sangat signifikan. Dimana pada triwulan I tahun 2018 tercatat ekspor komoditas pertanian sebanyak Rp29 milyar meningkat di tahun 2019 sebesar Rp 309 milyar.

Ekspor Manggis Bali ke China Meningkat, Gubernur Koster Siapkan Kebijakan
Foto : Gubernur Bali Wayan Koster melepas ekspor komoditas pertanian buah manggis ke China di Packing House PT Buah Angkasa Bali, Pelabuhan Benoa, Kamis (21/3).

Sementara, Gubernur Bali Wayan Koster akan mendorong agar sektor pertanian di Bali terus mengalami kemajuan. Setelah menerbitkan Pergub No 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali, Gubernur Koster berharap produk pertanian Bali yang sudah terkenal bisa diekspor ke mancanegara dapat menyaingi produk dari Bangkok. Untuk mewujudkan hal ini Koster akan membuat kebijakan yang menyentuh dari hulu hingga ke hilir.

Salah satu upaya yang sedang dilakukan Gubernur Koster adalah bagaimana membuat produk pertanian Bali lebih awet dan tahan lama dengan radiasi gamma. Salah satu negara yang sudah melakukan ini adalah Thailand. Ia mengatakan Bangkok saat ini sudah memiliki enam alat seperti itu, sementara Indonesia apalagi Bali belum memilikinya. Kabupaten Buleleng menurutnya telah membuat proposal studi untuk mengadakan alat tersebut.

“Saya dalam waktu dekat akan mengupayakan itu supaya nantinya barang-barang (pertanian) begini tidak cepat busuk, rusak dan tidak ada ulatnya. Sehingga dia akan bisa bertahan lama tidak akan jatuh harganya,” ujar Koster saat melepas ekspor komoditas pertanian senilai Rp 17,4 miliar di Packing House PT Buah Angkasa Bali, Pelabuhan Benoa, Kamis (21/3).

Selain itu, Gubernur Koster juga akan mengembangkannya program membuat rumah desain sebagai tempat membuat desain kemasan produk-produk yang akan diekspor. Untuk itu Gubernur juga akan meminta masukan dari para eksportir untuk mengurangi hambatan dan kesulitan yang ada. “Beri kami pengetahuan apa yang dilakukan negara lain supaya kami bisa mengimbangi produk-produk mereka,” imbuhnya.

Kepala Balai Besar Karantina Soekarno Hatta Imam Djajadi mengharapkan dengan bertambahnya komoditas ekspor ini akan meningkatkan surplus neraca dagang Indonesia pada 2019. Adapun selama 2013 hingga 2017 ekspor komoditas pertanian secara nasional telah mengalami surplus senilai US$11,5 miliar.“Sinergi yang dibangun telah membuahkan hasil, dan kita akan terus tingkatkan dengan mendorong produk komoditas pertanian unggulan asal Bali masuk ke pasar ekspor,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *