Batasi Pengunaan Kantong Plastik, Bandara Ngurah Rai Rampok Plastik Penumpang

Batasi Pengunaan Kantong Plastik, Bandara Ngurah Rai Rampok Plastik Penumpang

Buletin Dewata, Badung.

Hal berbeda tampak disela – sela kesibukan aktivitas di bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Para penumpang airline terlihat sibuk mengganti kantong plastik barang bawaan mereka. Hal tersebut dilakukan seiring imbauan pembatasan penggunaan kantong plastik sekali pakai dari pihak pengelola bandara setempat.

Tampak para penumpang yang kebanyakan merupakan turis asing di Terminal Internasional Bandara Internasional Ngurah Rai kali ini disibukkan dengan barang – barang bawaannya. Para penumpang yang kedapatan membawa barang bawaan menggunakan kantong plastik diminta untuk menggantinya dengan tas berbahan kain yang tersedia.

Tak hanya penumpang para tenant pun diwajibkan mengganti kantong plastik sekali pakai dengan bahan yang ramah lingkungan. sedangkan penyedia jasa pelayanan membungkus koper atau barang bawaan bagasi, wrapping diimbau menggunakan plastik yang ramah lingkungan dapat terurai.

Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi mengatakan, PT Angkasa Pura I (Persero) menunjukkan komitmennya dalam mendukung gerakan konservasi dan edukasi lingkungan hidup di 13 bandara yang dikelola dan wilayah sekitarnya karena posisi strategisnya sebagai gerbang ke destinasi pariwisata.

Upaya yang dimaksudkan sebagai peta jalan untuk melakukan transformasi bisnis menuju kehidupan yang berkelanjutan ini dituangkan dalam nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang ditandatangani bersama WWF-Indonesia. Pembatasan penggunaan kantong plastik sekali pakai di Bandara Ngurah Rai merupakan salah satu dari upaya untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat betapa penting menjaga lingkungan.

“Kami berkomitmen akan hal itu, termasuk di areal bagasi, kami menggantinya dengan bahan plastik yang mudah terurai. Kami hanya ingin terus memastikan komitmen yang kami canangkan bisa berjalan dengan baik, terarah dan jangan sampai kita salah fokus,” ujarnya ditemui di Terminal Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Senin (18/3).

Lebih lanjut Faik menyatakan, seiring dengan komitmen tersebut, Angkasa Pura I melanjutkan dukungannya dalam pengurangan pemanasan global dan dampak perubahan iklim melalui penghematan energi dengan menyelenggarakan kegiatan kampanye global “Switch Off Earth Hour 2019” yang diinisiasi oleh Komunitas Earth Hour dan WWF-Indonesia serentak di 13 bandara.

Pada penyelenggaraan tahun ini, pusat pelaksanaan kegiatan “Switch Off” akan dilakukan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar pada 30 Maret 2019 mendatang pada pukul 20.30-21.30 WITA. Secara keseluruhan, kegiatan tersebut tidak akan mengganggu aktivitas operasional dan pelayanan di bandara-bandara Angkasa Pura I. Seluruh penumpang pesawat udara, masyarakat, komunitas, dan stakeholders diharapkan ikut menyukseskan kegiatan Earth Hour itu dengan memadamkan lampu atau peralatan elektronik yang tidak digunakan pada tanggal 30 Maret 2019 selama satu jam mulai pukul 20.30 waktu setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *