Power Bank dan Barang Terlarang Penumpang Bandara Ngurah Rai Dimusnahkan

Power Bank dan Barang Terlarang Penumpang Bandara Ngurah Rai Dimusnahkan
Foto : Power Bank penumpang Bandara Ngurah Rai dimusnahkan.

Buletin Dewata, Badung.

Manajemen PT. Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali, terus menerus berkomitmen dalam memastikan kondisi keselamatan dan keamanan penerbangan. Selain melakukan sosialisasi dan kampanye kepada pengguna jasa bandara dengan menggandeng sejumlah manajemen komunitas bandara melalui unit Airport Security Department, juga menerapkan secara tegas aturan tentang pembatasan prohibited items ke dalam pesawat udara.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 80 Tahun 2017 (PM 80 Tahun 2017), benda-benda seperti powerbank, korek api, dan sejumlah benda tajam, dianggap termasuk dalam kategori prohibited items karena berpotensi dapat digunakan untuk melumpuhkan, melukai, dan menghilangkan nyawa orang lain serta dapat digunakan untuk melakukan tindakan melawan hukum.

Co. General Manager PT. Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Sigit Herdiyanto disela-sela pemusnahan barang terlarang di area terminal domestik bandara setempat, Rabu (27/2) mengatakan benda-benda yang dibawa oleh penumpang, yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku, dilakukan penyitaan. “Sebagai pengelola salah satu bandara tersibuk dan terpenting di negeri ini, tentunya keselamatan dan keamanan penerbangan menjadi satu poin penting yang diperhatikan oleh manajemen,” terang Sigit.

Sesuai dengan PM 80 Tahun 2017, benda terlarang berupa powerbank dapat dimusnahkan setelah 3 bulan tidak diambil oleh pemiliknya. Sedangkan untuk benda sitaan berupa korek api, gunting, dan benda tajam lainnya, dimusnahkan setiap sebulan sekali. Kali ini sebanyak 268 unit powerbank, 1 kardus korek api, dan 1 kardus benda tajam yang meliputi gunting, pisau cutter dan pisau dimusnahkan.

“Mengingat jumlah prohibited items tersita yang cukup banyak, hal ini menjadi indikasi bahwa kampanye keselamatan dan keamanan penerbangan secara berkesinambungan, harus terus menerus diberikan kepada pengguna jasa Bandar Udara,” imbuh Sigit.

Power Bank dan Barang Terlarang Penumpang Bandara Ngurah Rai Dimusnahkan
Foto : Co GM PT. Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Sigit Herdiyanto musnahkan ratusan power bank dan barang terlarang penumpang Bandara Ngurah Rai, Rabu (27/2)

Keselamatan dan keamanan penerbangan bukan hanya menjadi tanggung jawab pengelola bandara, maskapai, serta institusi komunitas bandara, melainkan juga menjadi tanggung jawab penumpang. Pengetahuan penumpang terkait ketentuan prohibited items sangat diperlukan dalam rangka menciptakan situasi penerbangan yang aman, selamat, dan nyaman.

Airport Security Department Head Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, I Made Sudiarta menjelaskan sesuai aturan, powerbank yang dibawa ke dalam pesawat udara harus disimpan sebagai bagasi kabin, bukan sebagai bagasi tercatat. Adapun kapasitas daya yang diizinkan adalah berkapasitas kurang dari 100 Wh.

Kata dia, untuk powerbank berkapasitas 100 hingga 160 Wh, dapat dibawa masuk dengan ketentuan harus dengan seizin maskapai penerbangan, serta hanya boleh sejumlah 2 unit per penumpangnya. Sedangkan untuk kapasitas lebih dari 160Wh, powerbank yang tidak terdapat keterangan kapasitas, dilarang untuk dibawa masuk ke dalam pesawat. Sehingga harus ditinggalkan pada saat penumpang memasuki pemeriksaan keamanan di dalam terminal bandara.

Selain itu, penumpang dapat membawa korek api untuk masuk ke dalam pesawat udara jika korek api tersebut memiliki bahan penyerap. Sedangkan untuk benda tajam seperti gunting, pisau cutter dan pisau lainnya harus didaftarkan dalam bagasi tercatat.

Dalam kategorinya sebagai limbah B3 (barang beracun dan berbahaya), pemusnahan powerbank dan korek api dilakukan secara khusus di TPS limbah Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai agar tidak mencemari lingkungan.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *