Rudenim Denpasar dan UNHCR Sosialisasikan Penanganan Pengungsi Luar Negeri Masuk Bali

Rudenim Denpasar dan UNHCR Sosialisasikan Penanganan Pengungsi Luar Negeri Masuk Bali
Foto : Rudenim Denpasar dan UNHCR sosialisasikan penanganan pengungsi luar negeri masuk Bali, Senin (18/2).

Buletin Dewata, Badung.

Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar – Bali menggelar sosialisasi Perpres No. 125 tahun 2016 tentang penanganan pengungsi dari luar negeri. Kegiatan ini sebagai tindak lanjut kerjasama antara Rudenim Denpasar dengan Badan PBB yang menangani pengungsi yaitu UNHCR sebagai bentuk informasi ke semua stakeholder yang tercantum dalam Perpres tersebut. Sosialisasi dibuka langsung Kepala Kantor Rudenim Denpasar – Bali, Dr. Saroha Manullang, S.H.,S.E.,M.M., Senin (18/2), di kantor setempat.

Dalam paparan sosialisasi tersebut Saroha manullang menyampaikan tentang peranan Rumah Detensi Imigrasi di Indonesia sesuai amanat Perpres No. 125 Tahun 2016 tentang penanganan pengungsi dari luar negeri. Sosialisasi bertujuan untuk mengaplikasikan konsep perlindungan internasional, mengetahui prinsip dasar kemanusian dalam perlindungan pengungsi, menganalisa situasi terkait dengan pengungsi, mengidentifikasi siapa saja yang termasuk pengungsi berdasarkan kerangka hukum nasional/internasional serta pentingnya peran berbagai instansi terkait dalam penanganan pengugsi sesuai dengan amanat dalam Perpres tersebut.

Lebih jauh, Saroha Manullang menjelaskan bahwa diperlukan kesiapan stakeholder terkait penanganan pengungsi khususnya di Bali sesuai dengan isi dari Perpres 125 tahun 2016 tentang penangan pengungsi dari luar Negeri. Hal tersebut dilakukan dengan cara membentuk TIM SATGAS Pengungsi yang di Pimpin para Kepala Kesbangpol disetiap Kabupaten/Kotamadya dan Provinsi di Indonesia Khususnya di Bali. “Semoga dengan kegiatan ini terbangun SINERGITAS tanpa BATAS antara semua stakeholder yang ada dalam Perpres No. 125 Tahun 2016 tersebut demi tetap terjaganya kedaulatan Negara kesatuan Republik Indonesia dari berbagai ancaman dan potensi adanya kedatangan para pengungsi dari luar negeri,” Ujar Saroha.

Rudenim Denpasar dan UNHCR Sosialisasikan Penanganan Pengungsi Luar Negeri Masuk Bali
Sebagai informasi, Rudenim Denpasar – Bali mempunyai wilayah kerja Bali – NTB. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam melaksanakan tugas pengawasan pengungsi dikedua provinsi tersebut disamping melaksanakan tugas pokok yaitu melakukan pendetensian, pengisolasian dan pemulangan/pendeportasian bagi setiap orang asing yang melanggar peraturan di Indonesia.

Rudenim Denpasar dan UNHCR Sosialisasikan Penanganan Pengungsi Luar Negeri Masuk Bali

Sementara, pihak United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) menjelaskan tentang keberadaan UNHCR di Indonesia sejak tahun 1979. Sesuai data periode Desember 2018 diketahui jumlah pengungsi yang menjadi perhatian UNHCR di indonesia saat ini sebanyak 14,016 orang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, meliputi Aceh (81 orang), Medan (2,104 orang), Pekanbaru (1,143 orang), Tanjung Pinang dan Batam (1,022 orang), Jakarta (6,885 orang), Semarang (111 orang), Surabaya (415 orang), Denpasar (30 orang), Balikpapan (7 orang), Makassar (1,880 orang), Kupang (288 orang) dan Lokasi lainnya di Indonesia (50 orang).

Rudenim Denpasar dan UNHCR Sosialisasikan Penanganan Pengungsi Luar Negeri Masuk Bali
Dalam sosialisasi tersebut UNHCR juga menjelaskan tentang perlindungan Internasional, mandat UNHCR dan peranan lembaga-lembaga terkait berdasarkan perpres 125 tahun 2016. UNHCR juga menekankan pada penghormatan penuh terhadap perlindungan hak asasi manusia, memajukan hukum pengungsi, dan perlindungan kepada orang-orang yang tidak memiliki kewarganegaraan contoh kasus rohingya di Negara Myanmar.

Sosialisasi Perpres No. 125 tahun 2016 tentang penanganan pengungsi dari luar negeri dihadiri para Kepala Kesbangpol Kabupaten/Kota se-provinsi Bali, Dinas Sosial Kabupaten/Kota di Bali, Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kemenkumham Bali, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja, Kodam XI Udayana, Perwakilan Polda Bali, Polresta Denpasar, Polairud Polda Bali, Perwakilan Lantamal V Denpasar, Perwakilan Lanud I Gusti Ngurah Rai, dan Basarnas Provinsi Bali.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *