Buka Konferensi Enlivening Vedic Bali, Gubernur Koster Yakini Nilai Weda Perkuat Konsep Pembangunan Bali

Buka Konferensi Enlivening Vedic Bali, Gubernur Koster Yakini Nilai Weda Perkuat Konsep Pembangunan Bali
Foto : Gubernur Bali Wayan Koster (kiri) didampingi Rektor IHDN Denpasar, I Gusti Ngurah Sudiana, usai Buka konferensi internasional Enlivening Vedic Bali, di Gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali, Jumat (15/2).

Buletin Dewata, Denpasar.

Gubernur Bali Wayan Koster berharap ajaran Weda menjadi basis untuk memperkuat konsep pembangunan Bali yang berlandaskan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Hal ini disampaikannya saat memberi sambutan dan membuka Konferensi Internasional bertema ‘Enlivening Vedic Bali’ di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (15/2)

“Saya yakin Weda itu nilai-nilainya akan menjadi basis yang bisa memperkuat paradigma kita, konsep pembangunan untuk Bali di masa yang akan datang,” ujar Wayan Koster seraya menyambut baik konferensi internasional yang diselenggarakan Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar dan Maharishi University of Management Amerika Serikat membahas tentang Weda di Bali.

Buka Konferensi Enlivening Vedic Bali, Gubernur Koster Yakini Nilai Weda Perkuat Konsep Pembangunan Bali
Foto : Konferensi internasional Enlivening Vedic Bali, di Gedung Wiswa Sabha.

Gubernur Bali, Wayan Koster dalam sambutannya juga sangat mendukungan dan mendorong secepatnya agar IHDN naik status menjadi universitas negeri. Dengan demikian dapat diupayakan segera adanya Hindu Center di Bali dengan dasar kebudayaan Bali sesuai kearifan lokal yang dimiliki dan bukan menggunkan kebudayaan lainnya.

“Universitas Negeri Hindu Jayapangus kita kembangkan di Bangli. Saya urusin nih di Kementrian Aparatur Negara, seharusnya tahun lalu sudah setuju tau -tau berkasnya ga ada. Klo ini sudah menjadi Universitas Negeri Hindu Jayapangus di Bangli kita akan support penuh supaya menjadi hindu centernya di bali dengan kebudayaan Bali bukan dengan kebudayaan yang lain-lain, ” pungkasnya.

Lebih jauh, Gubernur Koster menegaskan bahwa Bali memiliki akar kebudayaan yang hebat. Sumber daya manusia Bali juga menurutnya unggul sehingga dimanapun bisa berkiprah. Konsep Sad Kertih adalah salah satu bentuk implementasi dari kearifan lokal Bali untuk melindungi alam Bali secara sekala dan niskala. Oleh karena itu pembangunan Bali ke depannya harus memperhatikan keseimbangan alam. Itu sebabnya Gubernur berkomitmen akan menjaga kebersihan air, tanah dan udara dengan menerapkan program program ramah lingkungan seperti pertanian organik, penggunaan kendaraan listrik dan program lainnya di Bali.

Konferensi Internasional Enlivening Vedic Bali menghadirkan beberapa akademisi dan praktisi Weda internasional, salah satunya yaitu Dr. Bevan Morris selaku Prime Minister of Global Country of World Peace, President Emeritus of Maharishi University of Management USA dan Internasional President of Maharishi Universities of Management.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *