Pemprov Bali Sosialisasikan Etika Penggunaan Busana Adat Bali Bagi Pria dan Wanita Saat ke Kantor

Pemprov Bali Sosialisasikan Etika Penggunaan Busana Adat Bali Bagi Pria dan Wanita Saat ke Kantor

Buletin Dewata, Denpasar.

Pemprov Bali menyelenggarakan sosialisasi etika penggunaan Busana Adat Bali guna mengoptimalkan implementasi Peraturan Gubernur Nomor 79 Tahun 2018 Tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali. Sosialisasi yang diikuti perwakilan OPD dan instansi lingkungan Pemprov Bali di Ruang Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali, Selasa (29/1).

Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra dalam pengarahannya kembali mengurai latar belakang dikeluarkannya kebijakan tentang Hari Berbusana Adat Bali yang tertuang dalam Pergub Nomor 79 Tahun 2018. Dikatakan, kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster telah memfokuskan program kerja pada upaya penguatan jati diri Manusia Bali dan Budaya Bali.

Dengan adanya ketentuan tentang aturan berbusana adat Bali, Dewa Indra berharap pergub tersebut dapat diikuti oleh lembaga pemerintahan, pendidikan maupun swasta yang ada di wilayah Provinsi Bali. “Tak terkecuali instansi vertikal, karena gubernur merupakan perpanjangan tangan pemerintah di daerah. Namun tentu saja ada pengecualian untuk instansi vertikal seperti TNI/Polri yang memang harus mengenakan atribut dinas, terutama yang bertugas di lapangan,” ujarnya.

Kegiatan sosialisasi etika penggunaan busana adat Bali khususnya yang dikenakan saat ke kantor menghadirkan praktisi tata rias dan busana adat Bali dari Lembaga Kursus dan pelatihan (LKP) Agung Dr. AA Ayu Ketut Agung. Dalam paparannya AA. Ayu Ketut Agung menyampaikan bahwa busana yang tepat digunakan ke kantor untuk kaum wanita adalah atasan (kebaya) berbahan katun dengan model kartini. Sementara bawahannya adalah kamen berbahan tenun tradisional seperti endek atau batik Bali. “Kamen menutupi mata kaki, tumit kelihatan dan tidak diwiru. Karena wiru itu bukan budaya Bali,” jelasnya. Sementara untuk alas kaki, aturannya tidak tertutup (ujung jari kelihatan), bukan selop/sandal jepit.

Sementara busana adat Bali untuk kaum pria, menggunakan kemeja lengan pendek atau panjang berbahan endek/katun/batik Bali, bawahan kamen lengkap dengan kampuh dan umpal. Busana adat laki-laki juga lengkap dengan udeng berbahan endek/batik Bali. Dalam kesempatan itu, AA.Ayu Ketut Agung juga memperagakan tata rias rambut sederhana untuk ke kantor dan tata cara mengenakan busana untuk laki-laki.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *