Dirjen Perhubungan Udara Ramp Check Pesawat di Bandara Ngurah Rai Pastikan Kelaikan Terbang

Dirjen Perhubungan Udara Ramp Check Pesawat di Bandara Ngurah Rai Pastikan Kelaikan Terbang
Foto : Dirjen Perhubungan Udara Ramp Check Pesawat di Bandara Ngurah Rai Pastikan Kelaikan Terbang.

Buletin Dewata, Badung.

Seiring jumlah penerbangan yang semakin meningkat selama periode Natal dan Tahun Baru, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, lebih intensif melakukan ramp check kelayakan terbang seluruh pesawat di Indonesia, ternasuk di Bandara Ngurah Rai Bali. Hal ini untuk memastikan pesawat-pesawat yang dipakai maskapai penerbangan dalam keadaan laik terbang dan memenuhi standar keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, Polana Banguningsih Pramesti, melakukan ramp check pesawat di Bandara l Gusti Ngurah Rai. Hal ini untuk memastikan pesawat-pesawat yang dipakai maskapai penerbangan dalam keadaan laik terbang dan memenuhi standar keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan utamanya selama liburan Natal dan Tahun baru 2019.

Polana Banguningsih Pramesti menyebutkan secara nasional sudah sekitar 95 persen dari sebanyak 540 pesawat di seluruh Indonesia yang diperiksa kelayakan terbangnya melalui ramp check dari tanggal 20 Desember hingga Minggu 30 Desember. Dari jumlah tersebut sekitar 170 pesawat merupakan hasil ramp check di Bali.

Diakui, meski sebelumnya sempat ada yang di dilarang terbang sementara, namun kini sudah dijinkan terbang kembali. Dari ramp check diketahui ada beberapa perbaikan kecil yang sudah langsung dilakukan dan secara garis besar sudah memenuhi syarat. “Hasil ram check keseluruhan di Bali oke, memenuhi syarat tidak ada kerusakan, temuan pun nihil,” ujar Polana ditemui usai meninjau langsung kegiatan ramp check di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Badung, Minggu (30/12).

Berdasarkan tipenya, Boeing B737-800NG merupakan tipe pesawat yang diperiksa paling banyak diikuti tipe Airbus A320-200 dan ATR 72-500/600. Sementara berdasarkan operator, pesawat milik Garuda Indonesia merupakan pesawat terbanyak dengan 131 registrasi pesawat, Lion Air dengan 112 registrasi pesawat, dan Wings Air 34 registrasi pesawat.

Sebagai regulator pihaknya sudah mengingatkan semua operator/maskapai agar tetap berkomitmen mengutamakan keselamatan penerbangan. “Karena itu adalah sesuatu yang tidak bisa dikurangi dan harus dijaga. Pelayanan penumpang juga harus ditingkatkan,” cetusnya.

Untuk memastikan keselamatan penerbangan, pihaknya mengingatkan kepada semua maskapai tetap berkomitmen mengutamakan keselamatan penerbangan, sebab hal tersebut adalah sesuatu yang tidak bisa dikurangi, tidak ada toleransi dan harus terus dijaga. “Yang penting adalah keselamatan, keamanan dan juga pelayanan kepada penumpang harus ditingkatkan. Kalau ada delay, delay manajemen harus dijalankan,” imbuh Polana.(blt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *