962 Warga Negara Asing (WNA) Ditolak Jajaran Imigrasi Masuk Bali

962 Warga Negara Asing (WNA) Ditolak Jajaran Imigrasi Masuk Bali
Foto : Kakanwil Kemenkumham Bali, Maryoto Sumadi, saat pemaparan Refleksi Akhir Tahun Kanwil Bali, bertempat di Aula Kanwil Bali, Jumat (28/12).

Buletin Dewata, Denpasar.

Bali sebagai salah satu destinasi wisata dunia tak selalu hanya menerima kunjungan wisatawan asing semata, namun selama tahun 2018 jajaran Imigrasi Bali telah menolak kedatangan 962 orang warga negara asing ke Bali. Hal ini disampaikan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM Bali, Maryoto Sumadi, saat pemaparan Refleksi Akhir Tahun, bertempat di Aula Kanwil Bali, Jumat (28/12).

Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM Bali, Maryoto Sumadi menyampaikan pengawasan Keimigrasian yang meliputi pengawasan terhadap warga negara asing (WNA) dilakukan sejak WNA masuk melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Udara Ngurah Rai dan TPI Laut di Benoa, Padang Bai dan Celukan Bawang, sampai selama berada di wilayah Bali hingga saat keberangkatan dari wilayah Indonesia melalui TPI.

Selama tahun 2018 jajaran Imigrasi Bali pun telah melakukan total pengawasan orang asing sejumlah 1.548 kali yang terdiri dari penolakan masuk 962 orang, operasi pengawasan orang asing 565 kali, operasi intelijen 21 kali dan pencegahan TKI Nob Prosedural 600 orang. Maryoto Sumadi menjelaskan bahwa penolakan masuk WNA masuk ke wilayah Indonesia dengan berbagai alasan, antara lain masa berlaku paspor kurang (hampir kedaluarsa), tidak memiliki visa (bagi negara yang wajib pakai visa), nama tercantum dalam daftar cekal, dan diminta aparat kepolisian.

“Hanya orang asing yang bermanfaat bagi pembangunan nasional yang diizinkan masuk, artinya kalo memang didatangi orang yang tidak bermanfaat dan akan membahayakan negeri, tidak mentaati perundang – undangan jelas tidak diizinkan masuk,” ujar Maryoto.

Selain itu, terkait fungsi penegakan hukum pihak Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Bali juga melakukan deportasi terhadap WNA. Dari 5 negara terbesar yang dilakukan deportasi, warga negara China menduduki posisi teratas yaitu sebanyak 70 orang disusul Rusia 14 orang, Australia 11 orang, Perancis 9 orang dan India 8 orang.(blt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *