Gubernur Bali Keluarkan Pergub Tentang Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai

Gubernur Bali Keluarkan Pergub Tentang Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai
Foto : Gubernur Bali Wayan Koster (tengah) umumkan Pergub No.97 Tahun 2018 saat konferensi pers di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Senin (24/12).

Buletin Dewata, Denpasar.

Didampingi Wagub Cok Ace dan Sekda Dewa Indra, Gubernur Wayan Koster menyampaikan penerbitan Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Pengumuman Pergub ini disampaikan saat konferensi pers di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Senin (24/12).

Wayan Koster menyampaikan Pergub yang diterbitkan ini mewajibkan setiap produsen, distributor, pemasok dan setiap pelaku usaha untuk memproduksi, mendistribusikan, memasok dan menyediakan pengganti (substitusi) Plastik Sekali Pakai (PSP) dan sekaligus melarang untuk memproduksi, mendistribusikan, memasok dan menyediakan Plastik Sekali Pakai. “Dalam Peraturan Gubernur ini, ada tiga bahan yang terbuat dari/atau mengandung bahan dasar plastik yang dilarang, yaitu kantong plastik, polysterina (styrofoam), dan sedotan plastik,” ujarnya.

Pemprov Bali memberikan batasan waktu 6 bulan bagi setiap produsen, pemasok, pelaku usaha dan penyedia plastik sekali pakai untuk menyesuaikan usahanya terhitung sejak Pergub ini diundangkan pada 21 Desember 2018. “Walaupun ini masa transisinya enam bulan, kalau bisa lebih cepat lakukan, tidak perlu menunggu waktu enam bulan,” tegas Koster.

Pergub Pembatasan Timbulan Sampah ini menjadi Pergub ketiga yang diterbitkan Gubernur Bali Wayan Koster dalam waktu 2,5 bulan menjabat. Sebelumnya Gubernur telah menerbitkan Pergub Bali No 79 Tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali dan Pergub Bali No. 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali.

Wayan Koster mengajak semua pihak di Bali untuk mendukung pemerintah dengan melakukan sosialisasi pergub ini dan sekaligus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pemprov Bali telah menyiapkan sejumlah rencana aksi untuk pembatasan timbulan sampah plastik seperti pendataan produk PSP, kampanye, edukasi, penegakan hukum, dll. Wayan Koster menargetkan pengurangan sampah plastik sebanyak 60-70 persen dalam waktu satu tahun ke depan.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *