Workshop Nasional Bappenas Dorong Pembangunan Kelautan Berkelanjutan

0
Workshop Nasional Bappenas Dorong Pembangunan Kelautan Berkelanjutan
Foto : Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Prof. Bambang PS. Brodjonegoro saat Press Conference di acara workshop nasional di Kuta, Senin (3/11).

Buletin Dewata, Badung.

Dalam menyusun peta jalan (road map) terkait tujuan pembangunan berkelanjutan atauSustainable Development Goals (SDG), Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Prof. Bambang PS. Brodjonegoro menekankan sektor perikanan dan konservasi kelautan menjadi inspirasi utama dari tujuan pembangunan nomor 14 dari SDG. Demikian terungkap pada Workshop Nasional Bappenas yang berkangsung 2 hingga 3 Desember 2018, di Kuta Bali.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Prof. Bambang PS. Brodjonegoro menyampaikan dalam rangka mendukung penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN 2020-2024), sektor kelautan & perikanan sebagai salah satu kegiatan permbangunan harus ikut berkontribusi dalam penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) melalui integrasi SDG Tujuan 14. “Inisiatif global yang menginspirasi RJPM yang akan datang adalah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs, atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan), dan Inisiatif Pembangunan Karbon Rendah Indonesia (Inisiatif LCDI, atau Inisiatif Pembangunan Rendah Karbon Indonesia). 14 dari SDG merupakan inspirasi utama,” ujarnya.

Perencanaan sektor kelautan perikanan dibidang perikanan, konservasi perairan, industri perikanan dan kegiatan cross cutting issues lainnya menjadi basis utama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan terutama bagi wilayah pesisir. Untuk itu, Kementerian PPN/Bappenas bersama LIPI yang didukung oleh ICCTF beserta mitra lainnya mekaksanakan pembahasan melalui workshop dalam Kerangka tujuan pembangunan berkelanjutan atauSustainable Development Goals (SDG)Tujuan 14 yaitu menuju pembangunan kelautan berkelanjutan.

lebih jauh, Prof. Bambang PS. Brodjonegoro memaparkan bahwa sebagian besar nelayan Indonesia adalah nelayan kecil, perhatian terbesar harus membelakangi mereka. “Perhatian kepada nelayan kecil akan memungkinkan dalam sekali kayuh berbagai tujuan pembangunan berkelanjutan dapat diraih. Mendorong pembangunan tenaga yang terfokus pada helikopter kecil dapat mendorong pencapaian tujuan nomor 14 (kehidupan bawah udara) dan juga mencapai tujuan nomor 1 (tampilkan kemiskinan) dan tujuan nomor 2 (peniadaan kelaparan), ” paparnya.

Ditambahkan, melalui semua indikatornya dalam rangka mengkonservasi dan memanfaatkan sumber daya kelautan perikanan yang berkelanjutan diupayakan memiliki nilai ekonomi dengan tetap memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan. Pembahasan diskusi juga diarahkan kepada mekanisme pendanaan yang dapat digunakan untuk kegiatan yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals seperti skema Blended Finance, Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU), dan mekanisme pendanaan lainnya. “Dana penelitian harus secara efisien, kita harus melakukan berbagi sumber daya, membangun sinergi. Koordinasi antar lembaga penelitian harus ditingkatkan, ”jelas Brodjonegoro.(blt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here