Cegah Salah Informasi, Wagub Cok Ace Dorong APPBIPA Ajarkan Budaya Bali ke Penutur Asing

Cegah Salah Informasi, Wagub Cok Ace Dorong APPBIPA Ajarkan Budaya Bali ke Penutur Asing
Foto : Wagub Bali, Cok Ace saat menerima Afiliasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (APPBIPA) di ruang kerjanya, Selasa (27/11).

Buletin Dewata, Denpasar.

Tidak hanya mempelajari Bahasa Indonesia, penting bagi tenaga kerja asing mengetahui dengan benar budaya Bali, sehingga bisa mempromosikan budaya Bali secara tepat pula. Untuk itu sertifikasi dan kualifikasi yang jelas sangat diperlukan bagi tenaga kerja asing yang bekerja di Bali. Demikian disampaikan Wagub Bali saat menerima Afiliasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (APPBIPA) di ruang kerjanya, Selasa (27/11).

Ketua APPBIPA Bali Nengah Sukarnata menyampaikan bahwa saat ini banyak tenaga kerja asing yang masuk tanpa memiliki keterampilan berbahasa Indonesia apalagi mengetahui budaya Bali. Untuk itu APPBIPA berupaya memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia melalui berbagai program kerja antara lain pelatihan bagi pengajar BIPA, penguatan kerjasama dengan pemangku kepentingan, pengembangan kerjasama dengan luar negeri pengguna BIPA, peningkatan kesadaran berbahasa Indonesia serta pengembangan bahan ajar yang berbasis kearifan lokal. Sukarnata pun mengharapkan adanya dukungannya terkait sertifikasi dan kualifikasi tenaga kerja asing yang bekerja di Bali. “Untuk itu penting kiranya ada payung hukum yang jelas terkait sertifikasi serta standarisasi tenaga kerja asing tersebut,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Wagub Cok Ace pun mengakui bahwa sekarang ini banyak guide asing yang lancar berbahasa Indonesia tetapi tidak tahu budaya Bali dengan benar sehingga informasi yang masuk ke wisatawan pun menjadi salah. Selain mengajarkan Bahasa unsur budaya sangat penting diajarkan kepada para penutur asing. Kedepan, Cok Ace meminta berbagai kegiatan untuk memotivasi tenaga kerja asing belajar Bahasa Indonesia dan khususnya budaya Bali bisa lebih ditingkatkan, disamping penyiapan payung hukum yang jelas terkait hal tersebut. “Semua akan dilakukan secara bertahap dan Pemprov Bali sangat komit akan pelestarian bahasa dan budaya, mari kita jadikan bahasa Indonesia dan budaya Bali sebagai garda terdepan dalam menghadapi era globalisasi ini,” tegasnya.

Untuk diketahui APPBIPA merupakan organisasi profesi yang beranggotakan pengajar BIPA dan pegiat BIPA baik di Indonesia maupun luar negeri. Di Indonesia sendiri organisasi ini sudah ada di 13 Provinsi di Indonesia sedangkan untuk di luar negeri cabang APPBIPA terdapat di Jerman, Jepang dan Thailand. Organisasi APPBIPA didirikan denga tujuan untuk memartabatkan bahasa Indonesia dengan mengenalkan bahasa dan budaya Indonesia kepada para orang asing.(rls/blt)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *