Tingkatkan PAD Bali, Gubernur Koster Usulkan Kontribusi Pariwisata Ketimbang Pajak Motor

Tingkatkan PAD Bali, Gubernur Koster Usulkan Kontribusi Pariwisata Ketimbang Pajak Motor
Foto : Gubernur Bali Wayan Koster (kiri) hadiri rapat pembahasan Raperda tentang APBD tahun 2019 di Ruang Rapat Gabungan DPRD Provinsi Bali, Senin (19/11).

Buletin Dewata, Denpasar.

Guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Bali Gubernur Bali Wayan Koster melirik sektor pariwisata ketimbang Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Mendorong PKB sama artinya mendorong masyarakat membeli kendaraan. Hal ini terungkap dalam Rapat Pembahasan Raperda tentang APBD tahun 2019 di Ruang Rapat Gabungan DPRD Provinsi Bali, Senin (19/11).

Rapat Gabungan dipimpin oleh Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama dan diikuti anggota DPRD Bali serta Kepala OPD Pemprov Bali. Dalam rapat Gubernur Koster menilai PAD Bali yang ditopang oleh pajak kendaraan selama ini relatif stagnan, justru dampak sosial seperti macet dan polusi kendaraan semakin merugikan Bali. “Saya terus terang tidak tertarik mendorong PKB dan BBNKB, karena itu sama artinya kita mendorong masyarakat membeli kendaraan,” tegas Koster.

Sebagai pengganti pajak kendaraan bermotor untuk meningkatkan PAD Bali, Gubernur Koster mengusulkan penerapan kontribusi pariwisata kepada wisatawan, baik wisatawan domestik maupun manca negara. Selain nantinya sebagai kompensasi terhadap upaya pelestarian budaya dan lingkungan di Bali, kontribusi ini juga terkait dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada wisatawan.
“Ini semua akan kita berikan kepada wisatawan sehingga datang ke Bali dia bisa menikmati objek wisata dengan baik, tenang, aman, damai, nyaman dan terlindungi semua aspek aktivitasnya,” cetus orang nomor Satu di Pemprov Bali tersebut.

Koster yakin jika skenario ini berjalan, Bali diprediksi bisa mengumpulkan hampir satu trilyun rupiah dari kontribusi pariwisata ini. Dana ini nantinya akan masuk ke dalam PAD dan dikelola untuk peningkatan kualitas kepariwisataan di Bali. ” Hal Itu sudah ada di berbagai negara,” imbuhnya. Selain itu Wayan Koster pun menyampaikan wacana pembentukan badan khusus untuk menyalurkan CSR swasta yang ada di Bali agar tepat sasaran.(rls/blt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *