Gubernur Bali Koster Resmikan Peletakan Batu Pertama “Groundbreaking” Shortcut Jalan Singaraja – Mengwitani

Gubernur Bali Koster Resmikan Peletakan Batu Pertama "Groundbreaking" Shortcut Jalan Singaraja - Mengwitani
Foto : Peresmian peletakan batu pertama (groundbreaking) shortcut Jalan Singaraja – Mengwitani, di Desa Pegayaman, Buleleng, Rabu (14/11).

Buletin Dewata, Buleleng.

Bali sebagai destinasi wisata dunia sudah sangat terlambat terkait pembangunan infrastruktur. Untuk itu, Pemprov Bali dalam 5 tahun kedepan akan fokus pada pembangunan infrastruktur baik darat, laut, udara yang terkoneksi satu sama lain. Hal ini disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat peletakan batu pertama (groundbreaking) paket Pembangunan Shortcut jalan Singaraja – Mengwitani, di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Rabu (14/11).

“Sudah lama keinginan masyarakat Bali khususnya Buleleng akan adanya shortcut Buleleng-Denpasar, namun belum bisa terealisasi dan saat ini keinginan tersebut akhirnya terwujud. Pembangunan infrastruktur ini sebenarnya terlambat ketika dilakukan sekarang, mengingat selain menjadi daerah tujuan wisata, Bali juga hampir tak pernah henti menjadi tuan rumah berbagai event internasional,” ujar Wayan Koster.

Pembangunan sektor infrastruktur di Bali, memang menjadi faktor penting mengingat pulau Bali merupakan destinasi wisata internasional. Setelah sekian lama menunggu, akhirnya pembangunan shortcut jalan Singaraja-Mengwitani dapat dilaksanakan dalam waktu dekat. Adanya proyek infrastruktur shortcut ini diharapkan roda perekonomian antara Bali Utara dan Bali Selatan bisa seimbang serta transportasi bisa lebih lancar.

“Dengan selesainya shortcut ini diharapkan roda perekonomian antara Bali Utara dan Bali Selatan bisa seimbang. Transportasi bisa lebih lancar, keseimbangan antara utara-selatan, barat-timur juga bisa terwujud. Investor juga bisa masuk ke Buleleng,” tegasnya.

Lebih lanjut, Koster menambahkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, saat ini telah dilakukan tahap groundbreaking pada titik 5-6 tepatnya di Desa Pegayaman. Jalan shortcut Jalan Singaraja – Mengwitani ditargetkan bisa selesai pada tahun 2021 dan selanjutnya bisa beralih ke pembangunan infrastruktur lainnya seperti tol Denpasar-Gilimanuk yang selama ini juga telah dinanti masyarakat.

“Kalau untuk bandara di Bali Utara, tahun 2019 kita berharap sudah mulai ada tahapan pembangunannya. Selain itu, Pelabuhan Celukan Bawang, Pelabuhan Benoa dan Pelabuhan Padang Bay juga akan terus dikembangkan, serta proyek kereta api lingkar Bali. Jadi kita memang sungguh-sungguh dengan sektor infrastruktur ini,” imbuh orang nomor Satu di Pemerintah Provinsi Bali tersebut.

Acara peresmian Ground Breaking Paket Pembangunan Jalan Baru Batas Kota Singaraja-Mengwitani ini dihadiri Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah VIII, I Ketut Dharma Wahana, perwakilan Kementerian PUPR, Ketua DPRD Provinsi Bali, Bupati Buleleng, Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, dan sejumlah pejabat lainnya.

Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah VIII, I Ketut Dharma Wahana dalam laporannya menyampaikan bahwa terwujudnya pembangunan Jalan Singaraja-Mengwitani adalah hasil kerjasama antara Kabupaten, Provinsi dan Pemerintah Pusat. Jalan baru batas kota Singaraja-Mengwitani juga merupakan jalan penghubung antara Kabupaten Buleleng dengan Tabanan. Pembangunan jalan dan jembatan baru ini bertujuan untuk memperbaiki geometric jalan guna mempersingkat waktu tempuh rute perjalanan dari Denpasar menuju Singaraja begitupula rute sebaliknya.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *