Bali Tuan Rumah Global Health Security (GHSA) ke-5 bahas Ketahanan Kesehatan Global

0
Bali Tuan Rumah Global Health Security (GHSA) ke-5 bahas Ketahanan Kesehatan Global
Foto : Peserta pertemuan Global Health Security (GHSA) ke-5 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) , Nusa Dua-Badung, Selasa (6/11).

Buletin Dewata, Badung.

Usai perhelatan akbar IMF-WBG, Pulau Bali kembali dipercayai sebagai tempat pertemuan internasional Global Health Security Agenda ke-5 (GHSA). Sebanyak 600 delegasi dari 49 negara anggota GHSA hadir di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) Nusa Dua-Badung, mulai tanggal 6-8 November, membahas ketahanan kesehatan global.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan RI menjadi tuan rumah Pertemuan Tingkat Menteri Global Health Security di Bali. Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek, menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan agenda pertemuan tahunan yang tertinggi dalam forum GHSA dengan tujuan meningkatkan komitmen negara dalam mencapai ketahanan kesehatan global, regional, dan nasional, sekaligus sebagai upaya berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam upaya mencegah, mendeteksi, dan merespons cepat berbagai penyakit menular berpotensi wabah.

Melalui pertemuan ini juga akan meningkatkan komitmen negara dalam mengatasi ancaman keamanan kesehatan global melalui peluncuran GHSA 2024 Framework dan pengesahan Deklarasi Bali. “Disamping dalam bentuk Pleno yang terbagi ke dalam 5 Sesi yang membahas “Advancing Global Partnership” pada tingkat global, regional dan nasional serta koordinasi Action Packages, dalam pertemuan ini juga akan digelar 8 Side Events dan 4 back-to-back Meeting, jadi saya harap pertemuan ini dapat berjalan dengan lancar dan dengan keindahan alam Bali dapat menjadi inspirasi para peserta dalam mengikuti agenda tahunan ini”, ujarnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani yang didampingi Gubernur Bali Wayan Koster menyambut baik adanya pertemuan GHSA di Bali, Indonesia. Menurutnya perubahan iklim dan peningkatan resistensi anti-mikroba telah mendorong peningkatan munculnya new-emerging diseases dan re-emerging diseases yang berpotensi pandemik dengan karakteristik risiko kematian yang tinggi dan penyebaran yang sangat cepat. Globalisasi yang mengakibatkan peningkatan mobilitas manusia dan hewan lintas negara serta perubahan gaya hidup manusia juga telah berkontribusi mempercepat proses penyebaran wabah menjadi ancaman keamanan kesehatan global. Peningkatan ancaman keamanan kesehatan global tersebut menjadi ancaman serius bagi sistem kesehatan nasional dan mengakibatkan kerusakan besar bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Dari konteks nasional, Puan Maharani mengharapkan pertemuan ini dapat mendorong penguatan ketahanan kesehatan nasional dan lebih meningkatkan kerja sama lintas sektor, serta menjadi ajang bagi Indonesia untuk berbagi praktik terbaik dalam pencapaian ketahanan kesehatan global dan nasional. Pihaknya pun menegaskan komitmen Indonesia mendukung Agenda Keamanan Kesehatan Global atau Global Health Security Agenda (GHSA) 2024. “GHSA menginginkan dunia menjadi lebih aman dari ancaman berbagai penyakit berbahaya dan menular,” kata Menko PMK Puan Maharani saat memberi sambutan pembukaan Pertemuan Tingkat Menteri Ke-5 GHSA di BNDCC, Nusa Dua, Badung.(rls/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here