Dukung Keselamatan Penerbangan, ALDIKAPI dan IATA Gelar Workshop Barang Berbahaya

0
Dukung Keselamatan Penerbangan, ALDIKAPI dan IATA Gelar Workshop Barang Berbahaya
Foto : Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV Bali – Nusra, Herson (kiri) menerima cinderamata dari Ketua ALDIKAPI, Guntur Sunarko Putro (kanan) saat pembukaan Dangerous Goods Workshop, di Kuta Badung, Senin (5/11).

Buletin Dewata, Badung.

Asosiasi Lembaga Diklat Penerbangan Indonesia (ALDIKAPI) bersama Internasional Air Transport Association (IATA) menyelenggarakan Dangerous Goods Workshop di Crystal Hotel, Kuta Badung, Senin (5/10). Workshop yang dibuka Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV Bali-Nusra, Herson, merupakan kegiatan yang dilaksanakan rutin setiap tahun guna membahas tentang aturan barang-barang berbahaya dalam dunia penerbangan.

Ditemui di sela pembukaan workshop, Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV Bali-Nusra, Herson sangat menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Workshop tersebut penting dilaksanan untuk memeratakan pembaharuan regulasi tentang hal-hal yang berkaitan dengan DG. Regulasi aturan DG harus benar-benar mengarah pada implementasi di lapangan sehingga hasilnya akan dirasakan oleh semua operator penerbangan di Indonesia.

“Hasilnya nanti akan dirasakan semua operator di Indonesia, artinya regulasi harus memang benar-benar mengarah pada implementasi di lapangan. Kalo misalbya regulasinya tidak terupdate apa jadinya nanti di lapangan karena saat ini euforia terhadap pengiriman barang DG dan lain-lain tambah hari tambah meningkat”, pungkasnya.

Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan dari Kampus penerbangan, perhotelan dan kapal pesiar ternama di Bali, ITSM (International Transportation Success Management), Dewa Nyoman Wirasana, mengatakan kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka penanganan barang-barang berbahaya, yang nantinya dijadikan acuan oleh para regulator di dunia penerbangan. Workshop ini diharapkan dapat memperbaharui wawasan tentang barang-barang yang termasuk dangerous goods atau barang berbahaya.

Pada kesempatan tersebut, turut dibagikan buku pedoman yang memuat aturan tentang penyelenggaraan bisnis cargo dan pengangkutan barang berbahaya melalui jalur udara dengan maskapai penerbangan. Melalui workshop ini, diharapkan pihak-pihak terkait dapat lebih mentaati segala aturan sehingga dunia penerbangan menjadi lebih aman.

“Kita aka berikan buku sebagai pedoman untuk acuan dalam melakukan atau menyelenggarakan proses bisnis dari pada kargo dan pengangkutan dangerous goids. Semoga dengan acara ini kita semua menjadi lebih patuh terhadap aturan, dengan acuan itu semoga kita mendapatkan penerbangan – penerbangan di dunia Aviasi menjadi aman dan selamat”, ujar Wirasana.

Ketua Umum ALDIKAPI, Guntur Sunarko Putro menjelaskan, sebagai Asosiasi Lembaga Diklat Penerbangan Indonesia pihaknya dituntut dapat memberikan wawasan mengenai barang-barang berbahaya melalui kegiatan workshop secara periodik.

Dikatakan setiap tahun Dangerous Goods (DG) mengalami perkembangan dalam dunia penerbangan, sehingga sangat penting untuk dibuatkan regulasi barang-barang berbahaya atau DG menunjang keselamatan penerbangan. Adanya pembaharuan aturan terbaru yang dikeluarkan setiap tahunnya,akan dipakai sebagai dasar oleh setiap maskapai penerbangan (Airlines) dan berlaku secara internasional.

“Dunia penerbangan sekarang kan butuh safety, keselamatan. Nah DG inilah salah satu visi yang memang untuk safety ini sendiri. Jadi DG akan mengeluarkan suatu update terbaru di setiap tahunnya untuk suatu dasar yang akan dipakai oleh airlines untuk safety itu sendiri”, terang Guntur

Workshop Dangerous Goods menghadirkan beberapa narasumber yang berkompeten di bidangnya, meliputi Gajandran Sokayan dari Singapore Airline (SQ), Andi Lukman dari PT. JAS, Heru Djadmiko dari AOC Denpasar dan Dave Brennan dari Internasional Air Transport Association (IATA).(btl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here