Piagam Sakenan Jadi Komitmen Bersama Bali Bebas Sampah

Piagam Sakenan Jadi Komitmen Bersama Bali Bebas Sampah
Foto : Peandatanganan Piagam Sakenan yang jadi komitmen bersama membersihkan Bali dari sampah.

Buletin Dewata, Denpasar.

Masyarakat dan Pemerintah Daerah Bali menyatukan komitmen untuk membersihkan lingkungan dari sampah. Komitmen itu tertuang dalan Piagam Sakenan yang dideklarasikan di Wantilan Pura Sakenan, Desa Serangan, Denpasar, Selasa (9/10/2018). Deklarasi dan penandatanganan Piagam Sakenan dihadiri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI Luhut Binsar Pandjaitan, Wagub Bali Cok Ace, DPRD Bali, Bupati/Walikota dan Bendesa Agung MUDP.

Piagam Sakenan berisikan tiga kesepakatan yaitu menyatukan kekuatan seluruh organisasi di Bali untuk membersihkan palemahan Bali dari sampah, mengimplementasikan nilai-nilai Tri Hita Karana menuju pulau yang hijau, bersih dan indah dalam kehidupan sehari-hari guna membangun dunia yang sehat sebagai pelaksanaan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dan mengadakan pertemuan tahunan Piagam Sakenan Bali dalam bentuk Tri Hita Karana Forum.

Wagub Cokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menegaskan bahwa Piagam Sakenan merupakan wujud komitmen masyarakat dan pemerintah daerah dalam menyatukan semua kekuatan organisasi di Bali seperti Desa Adat/Desa Pekraman, Subak, Bendega, dan organisasi kemasyarakatan lain untuk membersihkan palemahan Bali dari sampah. Dikatakan, saat ini Pulau Bali semakin terancam dengan tingginya produksi sampah plastik. Setiap harinya, masyarakat Bali yang berjumlah 4,2 juta jiwa, diperkirakan memproduksi10.500.000 kg sampah dan 10 % diantaranya adalah sampah sampah plastik. “Menyikapi situasi tersebut, dibutuhkan komitmen serius untuk membersihkan Pulau Bali dari ancaman sampah,” ujar Cok Ace.

Lebih jauh Cok Ace memaparkan, Bali memiliki 1.488 Desa Adat/Desa Pekraman, 2.729 Subak dan 966 Bendega. Jika semua organisasi dan anggotanya memiliki komitmen terpadu untuk membersihkan Bali dari sampah sebagai implementasi dari Piagam Sakenan, maka ia berkeyakinan persoalan sampah akan segera teratasi.

Piagam Sakenan diharapkan akan menjadi bisama bagi seluruh masyarakat Bali dan generasi yang akan datang agar dapat melakukan berbagai aktivitas untuk membersihkan palemahan Bali dari sampah. Hal ini merupakan bentuk implementasi program “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” dalam menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali serta untuk mewujudkan kehidupan Krama Bali yang sejahtera dan bahagia, secara sekala niskala. Deklarasi Piagam Sakenan ini akan dilanjutkan dengan berbagai program aksi yang diharapkan dapat membersihkan seluruh palemahan Bali dari sampah.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *