Sekala dan Niskala, Bali Siap Sambut Ajang IMF-WBG 2018

Sekala dan Niskala, Bali Siap Sambut Ajang IMF-WBG 2018
Foto : Rapat koordinasi terkat kesiapan pelaksanaan pertemuan IMF-WBG 2018, di BNDCC, Nusa Dua, Badung, Kamis (4/10).

Buletin Dewata, Badung.

Pelaksanaan Pertemuan Tahunan Annual Meetings of the International Monetary Fund and the World Bank Group (IMF-WBG) 2018 sudah tinggal menghitung hari, segala persiapan telah dilakukan baik oleh Pemerintah Provinsi Bali sebagai tuan rumah penyelenggaraan maupun pemerintah pusat sebagai panitia Nasionalnya.

Secara teknis maupun non teknis semua telah diperhatikan demi kelancaran dan kesuksesan perhelatan akbar untuk kali pertama bagi Indonesia. Bahkan Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan Bali siap menyelenggarakan IMF-WBG 2018 yang akan berlangsung pada tanggal 8-14 Oktober 2018 bertempat di kawasan ITDC, Nusa Dua, Badung.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster pada Rapat akhir pelaksanaan rangkaian Pertemuan Tahunan Annual Meetings of the International Monetary Fund and the World Bank Group (IMF-WBG) 2018, di ruang Mengwi 6, BNDCC, Nusa Dua, Badung, Kamis (4/10).

Koster menyampaikan berbagai persiapan yang telah dilakukan pemerintah provinsi Bali demi suksesnya penyelenggaraan IMF-WBG 2018 ini. Menurut koster, baik secara ‘Sekala maupun Niskala’ (nyata dan spiritual) telah dilakukan agar event akbar ini bisa berjalan sesuai yang diharapkan karena menyangkut martabat bangsa. Ia mengajak semua komponen yang ada di Bali untuk ikut bertanggungjawab dan berperan aktif mengingat banyak dampak positif yang akan diterima Bali dari penyelenggaraan event ini.

“Bali sangat bangga ditunjuk sebagai lokasi penyelenggaraan IMF-WBG 2018 ini. Kita semua harus bertanggungjawab agar semua berjalan lancar sesuai rencana, “ujar Koster.

Sementara itu, Ketua panitia nasional IMF-WBG 2018 yang juga Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan jika peserta yang akan hadir nantinya diluar perkiraan awal hanya sampai 19.000 orang. Namun per tanggal 3 Oktober 2018, peserta yang telah mendaptar sudah mencapai lebih dari 31.000 peserta. ” jadi lebih banyak daripada yang kita perkirakan diawal hanya 19.000 orang,”ujar Luhut.

Dirinci Luhut, berdasarkan data tanggal 3 Oktober 2018, tercatat bahwa 12.031 orang mendaftar melalui jalur Meeting Team Secretariat (MTS) dari pihak IMF-WB online dan 19.404 mendaftar melalui Indonesia Planning Team yang dipegang oleh panitia nasional. Luhut juga menyampaikan dampak positif yang ditimbulkan oleh agenda ini terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi Bali.

“Hasil studi dari Bappenas dengan jumlah peserta IMF-WB yang kita hitung 19.000 orang, maka asumsi pertumbuhan ekonomi di Bali 0,64% tambahannya. Berarti menjadi 6,54% dan itu lebih tinggi pertumbuhan ekonomi nasional. Penerimaan Bali akan ada Rp 1,5 triliun dengan asumsi 19.000 tadi. Pasti nanti akan lebih dari itu karena pesertanya membengkak,” ungkap Luhut.

Turut hadir pada rapat tersebut, Kapolda Bali Petrus Reinhard Golose, Pangdam IX/Udayana Benny Susianto, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *