Penumpang Kaget Tiket Penyeberangan Ferry di Gilimanuk Pakai Non Tunai

0
Penumpang Kaget Tiket Penyeberangan Ferry di Gilimanuk Pakai Non Tunai
Foto : Penumpang kaget tiket penyeberangan ferry di Gilimanuk pakai uang elektronik atau non tunai (cashless).

Buletin Dewata, Negara.

Pemberlakuan pembayaran tiket Ferry menggunakan uang elektronik di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, ke Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur menuai keluhan, khususnya penumpang pejalan kaki. Pasalnya, mereka belum mengetahui PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah menerapkan sistem pembayaran nontunai di Pelabuhan Gilimanuk Bali mulai 15 Agustus 2018.

Para penumpang pejalan kaki tampak kaget mengetahui pemberlakuan sistem non tunai ini saat hendak membeli tiket masuk penyeberangan kapal ferry. Mereka diwajibkan membeli kartu uang elektronik (unik) terlebih dulu di stand bank-bank yang disediakan di depan loket. “Wah kok rumit ya, biasanya tinggal bayar Rp 6.500 tapi sekarang mesti beli kartu Rp 20 ribu, apalagi loket tiketnya terbatas mesti ngantri lagi dan mengisi data diri dulu,” keluh Udin seorang penumpang asal Jember saat ditemui di Pelabuhan Gilimanuk, Jumat (17/8).

Keluhan serupa juga diungkapkan para penumpang pejalan kaki lainnya yang menyayangkan tidak adanya pemberitahuan awal sistem pembayaran non tunai ini. Berbeda halnya dengan penumpang roda dua, mobil dan truk atau bus yang belum diwajibkan menggunakan sistem ini. Mereka masih dapat menyeberang dengan menggunakan pembayaran tunai.

Sementara itu, General Manager ASDP Cabang Ketapang-Gilimanuk, Solikhin mengatakan pembelian secara elektronik ini diberlakukan bukan hanya penumpang pejalan kaki saja, tetapi juga kendaraan roda empat dan roda dua. “Prosentasenya yang penumpang paling banyak. Untuk roda 2 dan roda roda 4 kecil (golongan IV) juga kita terapkan. Sambil sosialisasi, membiasakan masyarakat sistem itu,” ucapnya.

tiket Ferry di Gilimanuk

Pihaknya menilai wajar masih ada keluhan karena masih tahap sosialisasi. Diakuinya memang diawal pembeli kartu nilainya lebih besar dibanding jika membayar dengan tiket biasa. Namun kartu uang elektronik (unik) tersebut dapat digunakan berulangkali dan bisa diisi ulang. “Penerapan sistem pembayaran nontunai ini sebagai dukungan terhadap regulasi pemerintah terkait penyelenggaraan tiket angkutan penyeberangan secara elektronik atau Gerakan Nasional Nontunai,” terangnya.

Ditambahkan Solikhin, pembelakuan sistem pembayaran non tunai ini dibagi menjadi tiga tahap, pertama dari saat ini sampai Desember. Kedua tahun depan hingga terakhir tahap ketiga seluruh pembayaran tiket menggunakan sistem non tunai termasuk truk dan sejenis. “Tahap penyesuaian yang memerlukan waktu adalah jenis truk, karena uang elektronik yang sekarang ini beda dengan e-toll di jalan tol dimana nilainya jauh lebih besar dibanding tol, karena satu tiket truk bisa mencapai Rp 2 juta,” imbuh Solikhin.

Dalam penerapan ini, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bekerjasama dengan 4 bank BUMN yang telah menyediakan layanan uang elektronik yang dapat digunakan yaitu uang elektronik Brizzi dari BRI, Tap Cash dari BNI, E-Money dari Bank Mandiri, serta BLink dari BTN. Selain Pelabuhan Gilimanuk sistem pembayaran nontunai dalam pembelian tiket Ferry dengan m‎enggunakan uang elektronik juga diterapkan di Pelabuhak Merak dan Pelabuhan Bakauheni.(blt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here