Gebyar UKM Indonesia 2018 di Puspem Badung
Foto : Wabup Suiasa menghadiri Gebyar UKM Indonesia yang dipusatkan di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Kamis (2/8).

Buletin Dewata, Badung.

Setelah sukses digelar tahun lalu di 17 kota seluruh Indonesia, pestanya para UKM di seluruh Indonesia yang dikemas dalam Gebyar UKM Indonesia kembali hadir untuk ketiga kalinya. Tahun 2018 ini lebih spesial karena Gebyar UKM Indonesia menyapa 34 kota di seluruh Nusantara. Kabupaten Badung menjadi salah satu tempat Gebyar UKM Indonesia. Kegiatan ini dipusatkan di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Kamis (2/8) kemarin.

Acara dihadiri Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Sesmen Koperasi dan UKM RI Meliadi Sembiring, Ketua Dekranasda Badung Ny. Seniasih Giri Prasta, Kadis Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Kadis Koperasi, UKM dan Perdagangan Badung, Dirut Jamkrida Bali Mandara dan Direktur BPD Bali.

Wabup. Suiasa mengatakan atas nama Pemkab Badung memberikan apresiasi pelaksanaan Gebyar UKM Indonesia di Kabupaten Badung. Menurutnya kegiatan ini memiliki arti penting dan strategis dalam upaya mengembangkan UKM khususnya di Badung. Dijelaskan bahwa dalam menghadapi persaingan yang semakin kompetitif di tingkat nasional, terlebih di era yang serba digital seperti sekarang ini, siapa yang cepat mengambil peluang, akan menguasai pasar. “Bukan yang besar mengalahkan yang kecil tetapi siapa yang cepat akan mengalahkan yang lambat,” katanya.

Pemkab Badung memiliki komitmen untuk terus mendorong tumbuhnya UKM di kabupaten badung dengan memberikan pendampingan, baik dari legalitas perijinan, khususnya untuk perijinan usaha mikro kecil sehingga dapat memudahkan untuk memperoleh ijin usaha serta pendampingan pelatihan sumber daya manusia lewat sertifikasi, bantuan peralatan sampai ke akses pasar, baik dalam daerah maupun luar daerah.

Menteri Koperasi dan UKM RI dalam sambutannya yang disampaikan Sesmen Meliadi Sembiring diharapkan kegiatan ini menjadi tonggak sejarah dalam perkembangan UMKM nantinya di Indonesia. Statistik menggambarkan bahwa jumlah UMKM di Indonesia sekitar 62,9 juta, koperasi aktif sejumlah 152 ribu lebih. Pertumbuhan perekonomian secara nasional cukup baik san stabil yaitu diatas 5 persen. Untuk mengurangi kesenjangan perkembangan perekonomian salah satunya adalah melalui pengembangan koperasi dan UMKM.

Founder  Chairman MarkPlus, Inc. Hermawan Kartajaya selaku penyelenggara mengatakan, Gebyar UKM Indonesia tahun ini mengangkat topik “UKM Jaman NOW!” : Kewirausahaan + Pemasaran Sukses Bisnis”, menjadi sajian utama yang diharapkan mampu membawa UKM-UKM lokal percaya diri menghadapi persaingan kompetitif di tingkat nasional, bahkan sampai global.  “Selain memiliki jiwa entrepreneur, UKM harus punya jiwa pemasaran. Karena yang paling penting dari membuka sebuah usaha adalah faktor marketnya atau pasar. Harus tahu dulu, pasarnya ada atau tidak,” ujarnya.

Selain diisi seminar seputar UKM dari para pakarnya, Gebyar UKM Indonesia 2018 akan melibatkan langsung para UKM dengan konsep kurasi. Para UKM di tiap kota diajak berpartisipasi untuk mendaftarkan bisnis mereka dan yang terpilih berkesempatan mendapat slot untuk promosi selama event berlangsung.(rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here