Pelatihan Bagi Pengungsi Gunung Agung se-Kabupaten Karangasem

Pelatihan Bagi Pengungsi Gunung Agung se-Kabupaten Karangasem
Foto : Pembukaan pelatihan bagi pengungsi Gunung Agung se-Kabupaten Karangasem di Kantor Camat Manggis, Karangasem, Rabu (25/7).

Buletin Dewata, Denpasar.

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi melalui Balai Latihan Masyarakat Denpasar, Balilatfo bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Karangasem menggelar pelatihan bagi pengungsi Gunung Agung se-Kabupaten Karangasem. Pelatihan yang berlangsung mulai 25 hingga 30 Juli 2018 ini dibuka oleh Plt. Dirjen Pembangunan Kawasan Pedesaan, Ir. Harlina Sulistyorini MSi, di Kantor Camat Manggis, Karangasem, Rabu (25/7).

Pelatihan bagi pengungsi Gunung Agung se-Kabupaten Karangasem ini diikuti sebanyak 90 orang peserta, yang terbagi dalam 3 angkatan, masing-masing terdiri dari 30 orang yang selanjutnya mengikuti pelatihan selama 6 hari bertempat di UPT Pertanian Desa Rendang.

Dalam sambutannya mengawali pembukaan pelatihan, Plt. Dirjen Pembangun Kawasan Pedesaan, Ir.Harlina Sulistiyorini, MSi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Menteri Desa saat melakukan kunjungan ke camp pengunsian di Kecamatan Rendang dan Manggis di Kabupaten Karangasem sebelumnya.

Dikatakan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi memiliki 4 kebijakan yang menjadi prioritas untuk dapat dilaksanakan, meliputi Pengembangan Program Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades), Pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Pembangunan Embung dan Bangunan Penampung Air Kecil lainnya dan Pembangunan Sarana Olahraga Desa. Dan dilihat dari bidangnya maka pelatihan yang dilaksanakan ini masuk dalam jenis kegiatan yang disupport dari kebijakan tersebut.

Pelatihan yang akan diberikan kepada para pengungsi meliputi pelatihan bidang peternakan dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Pelatihan ini diharapkan dapat lebih meningkatkan kemampuan dan keterampilan peserta sehingga bisa berusaha secara mandiri kedepannya.

“Pelatihan ini adalah bentuk perhatian pak Menteri bulan kemarin saat berkunjung ke camp pengungsi, beliau melihat pengungsi ini perlu dibantu meningkatkan semangat sehingga kementerian mengalokasikan kegiatan untuk pembardayaan masyarakat melalui pelatihan ini. Jadi pelatihan ini terkait peternakan dan pembentukan kelembagaannya, selain itu juga tentu dengan bantuan sedikit yaitu bantuan sapi dan kelembagaan yang sifatnya stimulan agar masyarakat nantinya bisa aktif bagaimana mengolah itu menjadi lebih baik,” jelas Harlina.

Sementara itu, pada kesempatan ini Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumantri menyampaikan beberapa hal tentang kondisi Karangsem. Dikatakan, secara administrasi Kabupaten Karangasem terdiri dari 8 kecamatan, 78 desa yaitu 75 desa dinas ditambah 3 desa kelurahan. Masing-masing kecamatan memiliki potensi yang berbeda untuk pencarian masyarakatnya.

Karangasem terkenal dengan populasi sapi terbaiknya bukan hanya di Bali tapi di Indonesia dengan jumlah populasi mencapai 127 ribu. Namun saat terjadinya erupsi Gunung Agung hampir sebanyak 10 ribu ekor sapi kandas sehingga saat itu sapi banyak dijual murah. Dengan situasi alam khususnya menyikapi kondisi Gunung Agung, maka pihaknya bersama desa adat dan seluruh stake holder di Karangasem berkomitmen menjaga ketenangan dan tangguh menghadapi kondisi alam.

“Ini merupakan kegiatan yang menjadi salah satu program di Kabupaten Karangasem untuk penguatan BUMDes, karena pemkab Karangasem telah melakukan penandatanganan kerjasama dengan 190 desa adat terkait dengan bagaimana membangun potensi yang ada di wilayah Karangasem. Kami juga atas nama masyarakat Karangasem mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Desa yang memiliki program luar biasa yaitu membangun dari desa ke kota yang mudah-mudahan akan memberikan manfaat perekonomian dan SDM yang baik,” ujar Mas Sumantri.

Pembukaan pelatihan yang ditandai dengan penyematan tanda peserta pelatihan, diisi dengan penandatangan kesepakatan bersama antara Pemkab Karangasem dengan PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, terkait pengelolaan BUMDes.Penyerahan bantuan kepada warga pengungsian pun dilakukan meliputi bantuan 9 ekor sapi dari Kemeteriam Desa, PDT dan Transmigalrasi, 90 aplikasi digital formula pakan ternak, bantuan dana bagi 20 BUMDes yang masing-masing menerima Rp.50 juta ditambah bantuan untuk 10 kelompok usaha yang masing sebesar Rp. 30 juta.(ded)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *