Bangun Tempat Parkir Lalu Lintas Airport Ngurah Rai Alami Kepadatan Saat Peak Hour

Buletindewata.com, Badung

Pada semester tahun 2018 jumlah penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali mengalami peningkatan 10% atau sebanyak 11.142.386 penumpang dibandingkan aperiode yang sama ditahun 2017. Merespon kenaikan yang cukup signifikan tersebut, serta untuk meningkatkan fasilitas, kapasitas, dan pelayanan, maka manajemen Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai melakukan mengerjakan beberapa pengembangan infrastruktur. Salah satunya adalah pembangunan fasilitas Multi Level Car Parking (MLCP) atau gedung parkir bertingkat.

Sebagai konsekuensi logis dari adanya pembangunan fasilitas Bandar udara, akan terdapat beberapa penyesuaian terhadap kegiatan di lingkungan sekitar Bandar udara, termasuk arus lalu lintas kendaraan di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, dan hal ini selalu dievaluasi secara periodik oleh pihak pengelola Bandar Udara.

Pembangunan fasilitas MLCP ini merupakan upaya dari Angkasa Pura I sebagai pengelola Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai untuk meningkatkan pelayanan dan kapasitas bagi pengguna jasa bandar udara. Fasilitas gedung parkir baru ini direncanakan akan memiliki luas total sekitar 38 ribu m2, dan akan mampu menampung sejumlah 1.015 kendaraan roda empat. Pembangunan fasilitas MLCP juga ditujukan untuk mengantisipasi akan adanya lonjakan penumpang di tahun 2019 nanti, serta untuk mendukung operasional harian dan untuk mengantisipasi pelayanan saat adanya pertemuan tahunan IMF – World Bank yang akan diselenggarakan bulan Oktober 2018 nanti.

General Manager Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Yanus Suprayogi mengatakan, dalam kondisi normal, pembangunan MLCP sudah dilakukan kajian mengenai akses lalu lintas di lingkungan bandar udara, termasuk mengenai penyediaan slot parkir sebagai pengganti lahan parkir yang terdampak pembangunan fasilitas MLCP tersebut.

“Saat ini terdapat sekitar 200 slot parkir yang terdampak, dan hal ini sudah diantisipasi dengan mendistribusikan slot parkir di sebelah utara area parkir terbuka kendaraan roda empat saat ini sejumlah 188 slot parkir. Sementara untuk bus, parkir akan dipindahkan di area kendaraan Roda 2 dengan memanfaatkan sebagian lahannya, dengan konfigurasi yang nanti akan kami atur, ” terangnya.

Sebagai konsekuensi logis dari adanya pembangunan fasilitas Bandar udara, akan terdapat beberapa penyesuaian terhadap kegiatan di lingkungan sekitar Bandar udara, termasuk arus lalu lintas kendaraan di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai.

“Pihak Angkasa Pura I selaku pengelola Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai hanya melakukan optimalisasi lahan yang sangat terbatas serta yang menjadi tantangan adalah proses pembangunan disaat operasional Bandara berjalan. Kami mohon kepada pengguna jasa bandar udara dapat makluminya karena terjadinya antrean di jalur keluar dan jalur masuk kendaraan,” ujar Yanus.

Untuk menanggulangi adanya kepadatan flow keluar masuk bandar udara, pengelola Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai menyiapkan sebanyak 8 toll gate di gerbang utama dengan sistem double process, di mana satu gate berisi dua petugas untuk mengoptimalkan adanya penyesuaian antrean kendaraan, serta 4 tol gate di area kedatangan Terminal Domestik.

Terkait adanya kondisi kepadatan lalu lintas di lingkungan bandar udara yang terjadi pada hari Rabu (4/7), manajemen Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai juga menjelaskan bahwa kepadatan tersebut terjadi pada saat peak hour serta ditambah adanya kepadatan lalu lintas di area luar bandar udara yang diakibatkan adanya insiden lalu lintas di luar bandar udara serta dampak dari pembangunan underpass.

Situasi peak hour Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai terjadi pada pukul 15.00-18.00 WITA dan 19.00-23.00 WITA, di mana pada rentang waktu ini terdapat total 38 arrival flight dan 47 departure flight di terminal domestik, serta 40 arrival flight dan 36 departure flight di terminal internasional.

“Kami mengharapkan proses penyelesaian infrastruktur di area luar Bandar Udara segera selesai dan kami menghimbau kepada masyarakat untuk menyesuaikan waktu perjalanan ke Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Bali dengan mempertimbangkan Peak Hour jadwal penerbangan, untuk menghindari keterlambatan jadwal penerbangan,” tutup Yanus.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here