Pertandingan Sumo Pertama Kali Digelar di Bali Memperingati Hubungan Diplomatik Jepang Indonesia
Foto : Dua pegulat sumo profesional beradu fisik di pertandingan persahabatan yang digelar di Hotel Nikko Bali Benoa Beach, Minggu (10/6).

Buletindewata.com, Badung.

Dalam rangka memperingati 60 tahun berlangsungnya hubungan diplomatik antara Jepang dan Indonesia, organisasi Project Sakura 60, menyelenggarakan Pertandingan Persahabatan Sumo yang didahului dengan Upacara Teh Jepang, di Hotel Nikko Bali Benoa Beach, Minggu, (10/6).

Rangkaian acara pada juga didahului dengan upacara minum teh Jepang yang dipimpin oleh Yasumaru Shusaku, seorang tea master terkenal dari Jepang, dan wagashimaster, Fukui Tomoya.

Upacara minum teh tradisional Jepang menitik beratkan pada persiapan, penyajian, serta konsumsi teh hijau sebagai minuman panas yang dinikmati dengan wagashi, sejenis panganan kecil manis khas Jepang yang pada umumnya dihidangkan bersama teh.

Mengawali pertandingan sumo ini, Konjen Jepang di Denpasar, Bali, Hirohisa Chiba dalam sambutannya menyampaikan bahwa sampai saat ini olah raga profesional sumo di Jepang meraih popularitas yang sangat tinggi. Dimana para pegulat sumo yang berfisik besar dan terlatih saling bertanding dengan keras.

Melalui kesempatan acara ramah tamah ini pihaknya ingin memperkenalkan secara lebih dekat olah raga sumo kepada masyarakat Bali. Pertandingan yanh berlangsung dipantai menghadirkan dua pegulat sumo profesional, Chiyonokuni Toshiki dan Chiyomaru Kazuki, yang berlatih dibawah naungan Tatsunami-beya (klub Tatsunami) yang dipimpin oleh Tatsunami Oyakata. Kedua pegulat tersebut kini telah mencapai kelas tertinggi dalam dunia sumo, yakni Maegashira.

Pertandingan sumoter sebut dimulai dengan beberapa gerakan latihan dasar dan dilanjutkan dengan demo pendek dimana Chiyonokuni dan Chiyomaru mempertunjukkan teknik-teknik gulat yang sering mereka gunakan.

Para pesumo; Chiyonokuni Toshiki dan Chiyomaru Kazuki, yang berlatih dibawah naungan Tatsunami-beya (klubTatsunami) yang dipimpin oleh Tatsunami Oyakata. Kedua pegulat tersebut kini telah mencapai kelas tertinggi dalam dunia sumo, yakni Maegashira.

Pertandingan sumoter sebut dimulai dengan beberapa gerakan latihan dasar dan dilanjutkan dengan demo pendek dimana Chiyonokuni dan Chiyomaru mempertunjukkan teknik-teknik gulat yang sering mereka gunakan.

Sumo memang merupakan olah raga tradisional Jepang, namun demikian olah raga tersebut telah berhasil diinternasionalisasikan dengan semakin banyaknya pegulat yang berasal dari manca negara, seperti Mongolia, negara Eropa Timur dan lainnya. “Siapa tahu suatu saat nanti ada pegulat sumo profesional tingkat tinggi yang berasal dari Indonesia, kenapa tidak ya,” ujar Hirohisa Chiba.

Pertandingan Sumo Pertama Kali Digelar di Bali Memperingati Hubungan Diplomatik Jepang Indonesia

Pertandingan sumo dihadiri anggota Bali Japan Club, serta anak-anak dari panti asuhan Eben Haeser, panti asuhan Tatwam Asih,dan klub aikido Aikikai.

Anak-anak yang hadir kemudian diundang untuk berinteraksi langsung dengan para  pegulat sumo dan diminta untuk mendorong para pesumo keluar dari ring sebelum melawan kedua pesumo dalam permainan tarik tambang. Kegiatan tersebut diakhiri dengan sebuah lagu tradisional sumoJepang, yang ditulis dan dibawakan oleh Hagurosato, National Master of Sumo Jinku, khusus untuk acara tersebut.(bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here