PROGRAM MAGANG KE JEPANG KURANGI PENGANGGURAN DI BALI

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali Ni Luh Made Wiratni

Foto : Kepala Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali, Ni Luh Made Wiratni.

Buletindewata.com, Denpasar.

Penempatan tenaga kerja ke luar negeri dan dalam negeri menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi pengangguran di Bali. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali, Ni Luh Made Wiratni mengatakan jika animo masyarakat Bali bekerja ke luar negeri cukup tinggi namun terbentur biaya.

“Apalagi kerja di luar negeri banyak contoh yang sudah berhasil. Yang tidak berhasil itu kecil karena tidak bisa memanfaatkan pendapatannya untuk investasi atau modal usaha. Tapi yang berhasil lebih banyak,” ucapnya saat ditemui di Badung.

Wiratni mengungkapkan setelah mengikuti rapat koordinasi pelatihan dan peningkatan produktivitas di Jakarta juga Rakor kepala dinas ketenagakerjaan seluruh Indonesia beberapa waktu lalu pihaknya mengadakan penjajakan ke Ditjen Binalattas Kementerian Ketenagakerjaan yang mempunyai program pemagangan ke Jepang.

Terkait program tersebut sudah beberapa tahun ini Provinsi Bali kata dia tidak diberikan kuota untuk pemagangan ke negeri sakura dengan alasan di dalam rekrutmen itu hanya mampu menjaring sedikit peserta padahal permintaannya sebanyak-banyaknya sesuai dengan kriteria saat perekrutan. “Sekarang, itu salah satu peluang yang akan kami manfaatkan,” ujar Wiratni.

Menurutnya, peluang kerja ke luar negeri seperti program pemagangan ke Jepang dengan bebas biaya untuk anak-anak miskin itu yang akan dimaksimalkan. Dalam pelaksanaan program tersebut pihaknya akan berkoordinasi dengan kabupaten/kota di Bali. Sehingga dengan bantuan kabupaten/kota akan semakin banyak mendapatkan peserta atau calon-calon tenaga kerja.

“Peserta magang di Jepang akan ditempatkan di sektor pertanian, konstruksi dan lainnya. Padahal sudah ditawarkan sama Direktur Pemagangan di Kementerian Ketenagakerjaan meminta saya menyiapkan sebanyak-banyaknya peserta magang ke Jepang kalau memenuhi syarat kami siap kirim,” bebernya.

Dijelaskan Wiratni salah satu persyaratan peserta magang tersebut usia minimal 18 tahun (SLTA sederajat), tidak memiliki tato, tidak pakai tindik, dan tidak cacat. Para peserta kata dia nantinya akan dilatih kemampuan berbahasa selama 3 bulan. “Tidak ada biaya untuk pengiriman tenaga magang ke Jepang. Saya targetnya 2018 secepatnya karena pengangguran meningkat,” sebut Wiratni.

Sedangkan untuk penempatan tenaga kerja di dalam negeri ini banyak peluang-peluang kerja. Pihaknya telah melakukan pendekatan dengan perusahaan-perusahaan melalui job fair. Disebutkannya, job fair pertama tahun 2018 ini akan berlangsung pada akhir Februari yang diikuti 15 perusahaan bertempat di Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Bali. “Kami sudah diberikan anggaran untuk melaksanakan job fair baik job fair kecil dan besar. Kami juga inginkan sekarang masyarakat Bali itu berwirausaha,” imbuhnya.

Selain itu, Dikatakan Wiratni, dengan berwirausaha juga merupakan upaya untuk mengurangi pengangguran. Dalam hal ini masyarakat pun harus mengubah pola pikirnya agar berwirausaha karena kondisi saat ini masyarakat hanya berpikir kerja di sektor formal sedangkan sektor informal itu masih banyak peluangnya. “Itu sebenarnya tugas kami,” tutupnya.(bud)

Satu tanggapan untuk “PROGRAM MAGANG KE JEPANG KURANGI PENGANGGURAN DI BALI

  • 19 September 2019 pada 18:51
    Permalink

    Pak/Buk saya mau bertanya saya kan dari luar Bali tapi saya pengen ikut program magang ini di Bali, bisa gak ya pak saya ikut?
    Saya dari dulu pengen kerja ke jepang tapi gak ada biaya untuk kesana, trus teman saya bilang dibali ada yg gratis lalu saya ke Bali untuk cari tau. Bisa kah saya pak?
    lokasi nya dimana ya untuk pelatihan nya pak….

    Terima kasih.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *