RAMPUNGNYA IPA WARIBANG TAHAP KE-II, BANTU PDAM DENPASAR LAYANI AIR MASYARAKAT

RAMPUNGNYA IPA WARIBANG TAHAP KE-II, BANTU PDAM DENPASAR LAYANI AIR MASYARAKAT

Buletindewata.com, Denpasar.

Seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan perkembangan wilayah maka pemenuhan kebutuhan air minum di kawasan kota Denpasar terus meningkat dan diperkirakan sampai dengan tahun 2034 masih terus mengalami defisit kapasitas.

Mengatasi tekanan defisit penyediaan air minum di kota Denpasar, maka antara pemerintah pusat dan kota Denpasar‎ melalui perjanjian kerjasama (PKS) no.34/ PKS-CA/I/2015 dan no.415.4/0-4/KB/PKS/2015 tentang pengembangan sistem penyediaan air minum Waribang di Denpasar mulai 26 Januari 2015 telah merencanakan pengengembangan sistem penyediaan air minum (SPAM) melalui pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Waribang tahap II.‎

Selama kurun waktu 3 tahun pembangunan IPA Waribang tahap ke II akhirnya dapat dirampungkan dan menandai hal ini maka dilaksanakan prosesi upacara pemelaspasan, Rabu (31/1) di lokasi setempat.

Didik wahyudi kepala satker pengembangan sistem penyediaan air minum provinsi bali, Kementrian PUPR, Didik Wahyudi mengatakan ‎IPA Waribang tahap II ini merupakan pembangunan instalasi pengolahan air minum untuk masyarakat di kota Denpasar yang dikelola PDAM Denpasar. Pelaksanaan program IPA Waribang ini merupakan sinkronisasi pembiayaan antara pemerintah pusat melalui kementrian PUPR Ditjend Cipta Karya bersama dengan pemerintah Kota Denpasar. “Jadi pemerintah pusat membangun instalasi produksinya sementara Pemkot Denpasar membangun jaringan distribusi utama dari Waribang ini hingga menyusuri jalan WR.Supratman sampai Veteran. Pembiayaan dari pemkot Denpasar ini merupakan pinjaman dari perbankan yang juga difasilitasi pemerintah pusat melalui Perpres no.29”, ujar Didik.‎

Selanjutnya Didik mengharapkan ‎kedepan kerjasama antara pemerintah pusat dengan pemda, baik Provinsi maupun kabupaten/Kota dapat terus ditingkatkan, khususnya di bidang pelayanan air minum. “Karena pelayanan air minum ini merupakan tugas bersama antar pemerintah sehingga pelayanan air minum kepada masyarakat dapat lebih cepat tercapai serta dapat mendukung program pemerintah yaitu100:0:100, yaitu 100 akses air minum aman bagi masyarakat, 0 persen kawasan kumuh dan 100 persen akses sanitasi bagi seluruh masyarakat Indonesia khususnya di kota Denpasar”, terangnya.‎

RAMPUNGNYA IPA WARIBANG TAHAP KE-II, BANTU PDAM DENPASAR LAYANI AIR MASYARAKAT

Sementara itu, Dirut PDAM kota Denpasar, Ida Bagus Gede Arsana, mengucapkan rasa terima kasih kepada Satker atas bantuan yang diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap pelayanan air minum. Dengan adanya tambahan  supply air dari IPA Waribang tahap II pelayanan air minum kepada masyarakat di kota Denpasar dapat ditingkatkan.‎ “IPA Waribang ini yang sudah kita operasikan dari 1 Januari sampai saat ini, kota Denpasar yang dulunya tersendat dengan pelayanan air minum sekarang boleh dikatakan ada peningkatan sehingga kroditnya pelayanan kami untuk sementara ini dapat diatasi dan cukup aman”,ujarnya.

Lebih lanjut,‎ Gede Arsana mengharapkan kedepan akan terjalin sinergi antara pihaknya dengan Satker dalam melaksanakan program-program pemkot Denpasar. “Tentunya kami dengan Satker ada sinergi terkait bagaimana kita kedepannya menjalankan program-program dari kota Denpasar baik melalui peningkatan infrastruktur terkait dengan pipanya termasuk pengolahannya. Mudah – mudahan apa yang sudah menjadi program kita kedepan bisa terjalin baik dengan satker yang intinya bagaimana program pemerintah 100:0:100 di tahun 2019 dapat terealisasi sehingga turut pula mendukung capaian 100 persen program pelayanan pemkot kota Denpasar”, pungkasnya.‎

RAMPUNGNYA IPA WARIBANG TAHAP KE-II, BANTU PDAM DENPASAR LAYANI AIR MASYARAKAT

‎IPA Waribang tahap II memanfaatkan sumber air permukaan dari Long Storage sebagai air baku untuk diolah menjadi air minum. Proses utama pengolahan air yang digunakan adalah koagulai/ flokulasi sedimentasi – filtrasi dengan desain bangunan menggunakan sistem IPA Milenium. Pembangunan IPA Waribang II menambah cakupan pelayanan sebesar 10.500 SR untuk daerah Kesiman, Petilan, Kesiman Kertalangu,Dauh Puri Kelod dan Dauh Puri Kaja.

Unit pengolahan pendahuluan dengan bak prasedimentasi dibangun untuk meningkatkan kualitas air baku dan mengurangi beban unit pengolahan utama. Unit desinfeksi setelah proses pengolahan utama diterapkan untuk menjamin kualitas air minum yang dihasilkan. IPA Waribang tahap II ditunjang dengan bangunan fungsional reservoir dan bangunan kimia serta dilengkapi dengan sistem monitoring operasional secara online dan terpusat (Scada System).

Menyambung penjelasan,Didik Wahyudi menyampaikan bahwa tindak lanjut dari pembangunan IPA Waribang II ini akan ada proses administrasi yang menyatakan bahwa aset pemerintah pusat ini rencana akan dihibahkan kepada pemkot Denpasar yang selanjutnya menunjuk PDAM sebagai pengelolanya. “Sambil berjalan mengoperasikan dan memanfaatkan pengolahan instalasi IPA Waribang tahap II ini kita akan proses serah terima aset nya dari kementrian PU kepada pemkot Denpasar”, tutupnya.‎(bud)
‎‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *