BANDARA NGURAH RAI TUTUP, PENUMPANG PILIH TRANSPOTASI DARAT ALIH RUTE KE SURABAYA

Buletindewata.com, Badung.

Setelah mendapatkan informasi bahwa operasional Bandara I Gusti Ngurah Rai kembali ditutup hingga Rabu (29/11) pukul 07.00 Wita calon penumpang pun mendatangi counter maskapai yang berada di Terminal Domestik dan Internasional Bandara Internasional Ngurah Rai untuk melakukan refund (penukaran uang tiket) dan jadwal ulang.

Penumpang yang melakukan refund memilih untuk mengalihkan moda transportasi dengan perjalanan darat menuju Bandara Juanda Surabaya. Bahkan wisatawan asing pun menggunakan bus yang disiagakan Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi Provinsi Bali di Bandara Ngurah Rai ke Surabaya.

Salah seorang penumpang Risma Siandari mengaku usai melakukan refund di counter maskapai Bandara Ngurah Rai langsung menuju Bandara Juanda dengan menggunakan bus. Dia yang akan kembali ke daerah asalnya di Medan usai mengikuti meeting di Bali selama 3 hari terpaksa menggunakan transportasi alternatif. “Harusnya jadwal penerbangan saya ke Medan hari ini. Karena bandara ditutup saya pilih jalur lain saja naik bus yang ada di bandara langsung ke Surabaya. Karena saya khawatir bandara akan tutup lama,” katanya saat ditemui sembari persiapan menuju arah bus di bandara Ngurah Rai, Selasa (28/11).

Dia pun menceritakan lamanya proses pencairan uang tiket pesawat yang telah dibeli beberapa waktu lalu. Risma mengaku menghabiskan waktu 2 jam untuk menunggu proses pengembalian uang tiket. “Tiket saya refund cash. Begitu dapat uang kembalian tiket saya langsung beli tiket bus menuju Surabaya,” ujar Risma.

Hingga pukul 16.00 Wita jumlah penumpang di Bandara Ngurah Rai yang menuju Terminal Mengwi sebanyak 404 orang. Sedangkan yang menuju Bandara Juanda Surabaya sebanyak 21 bus dengan 804 penumpang.

Sementara itu, General Manager Sovereign Hotel Kuta, Made Ramia Adnyana mengatakan jika hotel yang berlokasi di dekat Bandara Ngurah Rai ini kehilangan okupansi dikarenakan penutupan operasional bandara sebagai dampak erupsi Gunung Agung. “Ketika bandara dinyatakan tutup kemarin, Senin (27/11) ada sejumlah wisatawan yang datang memesan 25 kamar. Tapi saat itu hotel kami full. Akhirnya kami alihkan ke hotel lain di Tuban,” ungkapnya.

Namun hingga hari ini kata dia ada 2 kamar yang dihuni oleh wisatawan yang gagal berangkat menuju negaranya. Dikatakan Ramia, ada tamu grup yang menginap dari Solomon memilih kembali ke negaranya melalui Bandara Juanda Surabaya. “Hari ini ada 2 bus yang membawa tamu grup kami ke Surabaya,” ucap Ramia.

Seharusnya kata Ramia, okupansi atau tingkat hunian kamar saat ini berada diangka 85 persen namun karena penutupan bandara menyebabkan kedatangan tamu grup dari Filipina yang telah memesan 24 kamar pun batal. Sehingga pembatalan penerbangan tersebut berdampak pada penurunan okupansi menjadi 72 persen. “Harusnya dalam seminggu ini kami ada grup 50 kamar selama 3 hari karena penerbangan tutup kami kehilangan okupansi. Kalau ditotal minggu ini kami kehilangan 200 room night,” bebernya.(bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *