PERINGATAN PUPUTAN MARGARANA KE-71 DI TAMAN PUJAAN BANGSA MARGARANA TABANAN

Buletindewata.com, Tabanan 

Mengenang jasa para pahlawan yang gugur dalam Perang Puputan pada 20 November 1946 silam di Desa Margarana, setiap tahunnya kini di peringati sebagai hari Puputan Margarana. Puncak peringatan hari Puputan ke-71 tahun ini ditandai dengan pelaksanaan upacara dan tabur bunga yang dipimpin Wakil Gubernur Bali, Senin (20/11) di Taman Pujaan Bangsa (TPB) Margarana Tabanan.

Guna mengenang jasa pahlawan yang dipimpin I Gusti Ngurah Rai dalam perang puputan melawan penjajah Belanda di wilayah margarana Tabanan, Gubernur Bali dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta menekankan, bahwa perjuangan untuk merebut kemerdekaan dan mendirikan Negara Kesatuan RI membutuhkan persatuan dan kesatuan yang kuat. Komitmen para pejuang pendiri bangsa dan para pahlawan untuk menyatukan bangsa ini melahirkan sikap kepahlawanan dan kesetiakawanan sosial. Untuk itu Peringatan Hari Puputan Margarana bukan sekedar ungkapan rasa syukur, tetapi sekaligus sebagai refleksi terhadap keyakinan jati diri bangsa yang bermatabat diinspirasi oleh para pejuang kita. Wagub Sudikerta seusai apel dan tabur bunga menyampaikan bahwa semangat perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa dari para pahlawan perjuangan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi generasi penerus bangsa untuk berjuang bahu-membahu untuk mengisi kemerdekaan dengan melakukan pembangunan di segala bidang untuk mencapai tujuan nasional.

“Untuk itu para generasi muda bangsa memiliki kewajiban untuk bersama-sama meneruskan perjuangan para pejuang agar bangsa Indonesia bisa mewujudkan bangsa yang sejahtera dan makmur. Mari bersama-sama melaksanakan semua program-program pembangunan pusat dengan Nawa Cita-nya, Bali dengan program Bali Mandara-nya dan kabupaten dengan berbagai programnya diharapkan menyatu bersinergi untuk mewujudkan masyarakat sejahtera,” ujar Sudikerta.


peringatan hari Puputan Margarana Ke-71 bertema “Menggelorakan Jiwa dan Semangat Puputan Margarana sebagai Modal Pembangunan” di taman pujaan bangsa margarana turut dihadiri Ketua DPRD Bali, Ketua LVRI, unsur POLRI dan TNI serta para siswa siswi pelajar sekolah. Berdasarkan catatan sejarah, Perang Puputan terjadi 20 November 1946 di Desa Margarana, I Gusti Ngurah Rai memerintahkan pasukannya untuk merebut senjata NICA Belanda yang terdapat di Kota Tabanan. I Gusti Ngurah Rai bersama pasukannya yang berjumlah 96 orang gugur di medan perang sementara dar pihak Belanda tewas mencapai 400 orang dalam peperangan 71 tahun silam tersebut.(bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *