PER OKTOBER 2017 JASAMARGA BALI TOL, 100% BERLAKUKAN TARIF NON TUNAI

Buletindewata.com, Denpasar.

Meskipun tidak termasuk jalur mudik , Jalan Tol Bali Mandara akan tetap siaga 24 jam melayani pengguna jalan tol serta mengantisipasi jika sewaktu-waktu ada lonjakan volume kendaraan, khususnya selama lebaran.

Direktur Utama PT. Jasamarga Bali Tol, Akmad Tito Karim, siap memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna jalan tol. “Jalan Tol Bali Mandara seperti hari-hari biasa, mempersiapkan sumber daya operasional secara penuh. Kita siap memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna jalan tol” kata Tito.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa seluruh sumber daya operasional seperti Patroli Jalan Tol, PJR, Ambulance, Rescue, Derek dan Posko Lebaran disiagakan 24 jam. Para petugas operasionalnya pun siap memberikan layanan optimal. Dia mengingatkan kepada seluruh pengguna jalan tol untuk tetap berhati-hati dan selalu mematuhi rambu-rambu setiap kali berkendaraan di jalan tol. “Jika mendapat kesulitan di jalan tol, silahkan menghubungi sentral komunikasi jalan tol di 0361-729999 dan Posko Lebaran yang dipersiapkan untuk membantu para Pengguna Jalan apabila mengalami kesulitan, petugas kita akan siap memberikan bantuan yang dibutuhkan” kata Tito.

Secara keseluruhan armada/ kendaraan yang mendukung kegiatan operasional jalan tol selama 24 jam yang dibagi 3 shift adalah sebagai berikut: Armada Patroli Jalan Tol berjumlah 2 unit ditambah Patroli Jalan Tol (Sepeda Motor) 1 unit dengan petugas 20 orang, PJR 2 unit armada dengan petugas 15 orang, Ambulance 1 unit dengan 5 orang petugas, Derek 2 unit dengan 18 orang petugas, Rescue 1 unit dengan 5 orang petugas, Sentral Komunikasi 5 orang, Pengamanan Laut (Pomal) 10 orang dan Satuan Pengamanan (sekuriti) 21 orang.

Selain itu Akmad Tito menyatakan bahwa PT. Jasamarga Bali Tol akan memberikan diskon sebesar 20% untuk tarif jalan tol. Diskon 20% hanya berlaku bagi pengguna uang elektronik seperti e-Money dan E-Toll (Bank Mandiri), Brizzi (BRI), TapCash (BNI), Bank Pembangunan Daerah (BPD Bali).

Program ini sebagai bentuk peningkatan pelayanan operasional kepada pengguna jalan selama periode arus mudik H-3 s.d H2 dan arus balik H+4 s.d. H+6 Lebaran 2017, sekaligus sebagai daya tarik bagi pengguna Jalan Tol, dengan adanya diskon 20% yang diberikan untuk pengguna uang elektronik, PT Jasamarga Bali Tol berharap pengguna jalan untuk berpindah melakukan transaksi pembayaran tol dari tunai menjadi non tunai yang sebelumnya pengguna uang elektronik yang hingga saat ini baru mencapai 12% dari keseluruhan transaksi. “Penggunaan uang elektronik juga sebenarnya lebih memudahkan bagi pengguna Jalan Tol karena tak perlu menyisihkan uang untuk pembayaran tol dan waktu transaksi di gardu tol menjadi lebih cepat sehingga kapasitas transaksi di Gerbang Tol semakin meningkat dan antrian dapat berkurang secara signifikan” Kata Tito.

Tito Juga menyampaikan “Pada Oktober 2017 mendatang, seluruh layanan di gerbang tol di Indonesia sudah menggunakan 100% layanan non tunai”, Tito juga mengungkapkan, elektronifikasi jalan tol tidak hanya bermanfaat bagi pengguna tetapi juga bagi operator jalan tol.

Menurut Tito, Bagi para pengguna tol pembayaran secara non tunai akan memberikan rasa aman karena jumlah yang dibayar menjadi sangat akurat, sesuai dengan tarif. Selain itu, proses transaksi juga akan jauh lebih cepat dan nyaman karena tidak perlu ada pengembalian uang.


Sementara itu bagi operator, elektronifikasi jalan tol akan menekan paling tidak empat risiko yaitu risiko kecurangan (fraud) oleh pegawai, risiko salah perhitungan, risiko penerimaan uang palsu, dan risiko keamanan pengumpulan uang tunai.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *