MAKANAN DIUBAH JADI PERHIASAN

20161127_182849

Buletindewata.com, Gianyar.
– Manusia yang ada di muka bumi ini pastinya memerlukan makanan untuk dapat tetap bertahan hidup. Makanan diperlukan tubuh manusia untuk pertumbuhan dan melakukan kegiatan sehingga tubuh tetap sehat. Fungsi umum dari makanan yang kita makan setiap hari yaitu untuk memberikan tenaga atau energi pada tubuh makhluk hidup sehingga dapat melakukan aktivitasnya sehari-hari.

Namun kenyataannya, bahwa makanan tidak hanya dikonsumsi manusia, juga bisa dijadikan sebagai bentuk karya seni. Seperti yang dilakukan oleh Enora Lolet, salah satu seniman yang mengkolaborasikan foto, kuliner, dan desain ke dalam karyanya.

Kebanyakan seniman memilih lukisan, cat air dan pastel namun wanita asal Perancis ini menggunakan makanan untuk menghasilkan suatu karya seni.
“Padahal jika kita melihat filosofi makanan ini, dibutuhkan oleh seluruh umat manusia di dunia. Ketika saya kecil, keluarga saya berpesan jangan bermain-main dengan makanan¬† karena ada banyak manusia kekurangan makanan, tapi saya tertarik menggunakan makanan karena warnanya” tutur Enora.

Dihadapan awak media, di Bentara Budaya Gianyar, Minggu (27/11) mengatakan, jika dirinya tertarik untuk menjadikan beberapa gastronomi Indonesia sebagai karya seni berikutnya, berupa hiasan kepala. “Gastronomi Indonesia banyak bisa dijadikan karya seni misalkan klepon, kulit salak dan sebagainya. Saya akan membuat klepon menjadi perhiasan,” katanya.

Perupa kuliner ini menghasilkan karya seni hiasan kepala dari beberapa bahan makanan seperti spageti, mentimun, selada daun nori dan lainnya. Berkat ketertarikannya dengan Indonesia, Enora yang mengubah makanan menjadi perhiasan tak ternilai ini melakukan residensi seni di Kota Batu pada 2014 yang didukung oleh Institut Francais.

Kelembutan, kehalusan dan keselarasan berpadu dalam karya portrait kuliner yang unik itu dipamerkan dalam kegiatan Pesta Sains 2016 pada 27 November-2 Desember 2016 di Bentara Budaya. Misalkan, Paxelnori Afalfa yang didesainnya merupakan hasil teknik campuran daun nori yang ditempel dengan madu dan benih kecambah. Chou Fleur, merupakan hasil teknik campuran body painting kubis merah, coleslow, penjepit rambut selada.(bude)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *